Dikawal Polisi, Pelaku Pembunuhan Jalani Rekonstruksi di Mapolsekta Kota Pinang

Dikawal Polisi, Pelaku Pembunuhan Jalani Rekonstruksi di Mapolsekta Kota Pinang
Kamis, 23 April 2020 21:13 WIB
Penulis: Penry Nababan SH

LABUSEL - Sekitar 17 hari dalam masa tahanan, AMS alias Pak Mutiah (34), akhirnya menjalani rekonstruksi pembunuhan yang dilakukannya terhadap Pardomuan Ginting alias Domu, Kamis (23/4/2020).

TKP yang terjadi di Kedai Tuak Jasir Manullang di Kampung Kristen, Kelurahan Kotapinang, terpaksa diganti di Mapolsekta Kota Pinang untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam rekon ini, pelaku menjalani 12 rangkaian adegan yang dimulai dari saat pelaku dan korban tengah menenggak tuak di warung milik Jasir Manullang hingga terjadi cekcok dan penganiayaan yang mengakibatkan Domu meninggal dunia.

Dikawal aparat kepolisian, rekontruksi ini dihadiri Kapolsekta Kotapinang Kompol Semeon Sembiring, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kasi Pidum, Jaksa Elli Sahpitri, keluraga korban, keluarga tersangka
dan 7 orang saksi.

Ads
Seperti yang diwartawakan sebelumnya, usai terjadinya penganiayaan di Kampung Kristen, Kelurahan Kota Pinang, Kabupaten Labusel, Minggu (5/4/2020) sekira pukul 19.00, Kapolsekta Kota Pinang, Kompol Semeon Sembiring langsung membentuk tim dan melakukan pengejaran terhadap AMS.

Tak sampai 24 jam usai dilaporkan melakukan pembunuhan terhadap Pardomuan Ginting, akhirnya Tim Unit Reskrim Polsek Kota Pinang berhasil mengamankan AMS alias Pak Mutiah (34), Senin (6/4/2020) sekira pukul 15.00 dari Jalan Sibatu-batu, Kabupaten Simalungun.

Keberhasilan penangkapan ini berkat dari kesigapan personel dalam mengumpulkan bahan dan keterangan di lapangan serta penyelidikan hingga akhirnya personel dapat menangkap dengan cepat warga Jalan Kampung Kristen, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labusel.

Kapolsek Kota Pinang, Kompol Semeon Sembiring, Rabu (8/4/2020) membenarkan penangkapan terhadap pelaku usai menindaklanjuti LP/75/Res.1.6/III/2020SPKT/SU/LBS/SEKTA KOTAPINANG Tanggal 5 April 2020 yang dilaporkan istri korban Wiwik Sinaga.

Kompol Semeon menerangkan, kasus pembunuhan tersebut berawal dari dendam dan cekcok antara Pak Mutiah dengan Pardomuan, sehingga terjadinya tindak pidana penganiayaan yang berbuntut hilangnya nyawa seseorang

"Kita juga mengamankan barang bukti berupa 1 buah sarung sangkur warna hijau dan 1 buah sendal sebelah kanan," sebut Kapolsek.

Penangkapan tersebut, sambung Kapolsek, berhasil dilacak berkat bantuan GPS dan akhirnya pelaku diamankan dari sebuah bus di Jalan Sibatu-batu, Kabupaten Simalungun.

"Saat ini pelaku sudah kita amankan dan sedang dalam tahap pemeriksaan," terangnya.

www www