Home >  Berita >  Peristiwa

Kapolres Sergai Pimpin Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Toba 2019

Kapolres Sergai Pimpin Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Toba 2019
Selasa, 30 April 2019 13:35 WIB
Penulis: Sugiono
SERGAI- Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu pimpin upacara gabungan Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Toba Tahun 2019 di Halaman Mapolres setempat, Senin (29/4/2019) pagi.

Giat ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan simpati masyarakat terhadap Polantas guna mendukung kebijakan Promoter Kapolri demi terciptanya Kamseltibcar Lantas di Wilayah Hukum Polres Sergai.

Turut hadir Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu, Wakapolres Kompol Henri R Sibarani, Dandim 0204/DS, Letkol Kav Syamsul Arifin, Bupati Sergai Ir H Soekirman, Kajari Jabal Nur SH MH diwakili Kasi Pidum Boy Amali, Kepala PN Sei Rampah Delta Tamtama SH MH, Kasatpol PP Drs Fajar Simbolon, Kadis Pendidikan Drs Joni Walker Manik MM, dan para pejabat utama Polres Sergai.

Kepala Korps Lalulintas Polri Irjen Pol Drs Refdi Andri dalam amanatnya yang dibacakan Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini dilakukan paska Pileg dan Pilpres Tahun 2019 serta cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadhan 1440H, serta untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.
Ads

"Perlu diketahui bersama data jumlah pelanggaran lalulintas berupa tilang tahun tahun 2017 sejumlah 833.607 kasus dan pada tahun 2018 sejumlah 1.234.047 kasus atau ada kenaikan trend (49%). Teguran tahun 2017 sejumlah 833.607 pelanggaran dan pada tahun 2018 sejumlah 891.525 pelanggaran atau ada kenaikan trend (7%)," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Irjen Pol Drs Refdi Andri, jumlah kecelakaan lalulintas tahun 2017 sejumy 5.556 kejadian dan pada tahun 2018 sejumlah 4.096 kejadian atau ada penurunan trend (-26%). Korban meninggal dunia tahun 2017 sejumlah 1.605 orang dan pada tahun 2018 sejumlah 1.134 orang atau ada penurunan trend (-29%).

"Sementara korban luka berat tahun 2017 sejumlah 819 orang dan pada tahun 2018 sejumlah 542 orang atau ada penurunan trend (-34%). Korban luka ringan tahun 2017 sejumlah 6.470 orang dan pada tahun 2018 sejumlah 4.799 orang atau ada penurunan trend (-26%),"paparnya lagi.

Ditambahkannya, sedangkan kerugian rupiah tahun 2017 sejumlah Rp 11.714.125.000,- (sebelas miliar tujuh ratus empat belas juta seratus dua puluh lima ribu rupiah) dan pada tahun 2018 sejumlah 9.787.665.000,- (sembilan miliar tujuh ratus delapan puluh tujuh juta enam ratus enam puluh lima ribu rupiah) atau ada penurunan trend (-16%).

"Kita menyadari, bahwa dalam mengatasi permasalah bidang lalulintas tersebut kita tidak bisa berdiam diri, bahkan kita wajib melakukan berbagai upaya untuk menciptakan Pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara Kamseltibcarlantas,"tegasnya.

Masih kata Irjen Pol Drs Refdi Andri, pada pelaksanaan Operasi Keselamatan Tahun 2019 diperioritaskan kegiatan Dikmas Lantas yang mampu mewujudkan rasa simpatik masyarakat kepada Polri khususnya Polantas. Disamping itu untuk mengedukasi masyarakat agar menciptakan situasi Kamseltibcarlantas yang tertib.

Sasaran operasi keselamatan tahun 2019 diprioritaskan terhadap 7 (tujuh) prioritas pelanggaran lalulintas antara lain, menggunakan handphone saat mengemudi, tidak menggunakan safety belt, menaikan dan menurunkan penumpang di Jalan Tol, melawan arus lalulintas, mengendarai kendaraan dibawah pengaruh Alkohol/Miras/Narkoba, mengemudikan kendaraan dibawah umur, melebihi batas kecepatan maksimal dan menggunakan bahu jalan bukan peruntukannya.

"Oleh sebab itu, pelaksanaan operasi keselamatan ini diharapkan akan dapat mendorong tercapainya tujuan operasi, yaitu meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di Jalan Raya, meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalulintas, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalulintas dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas," pungkas Drs Refdi Andri.*
www www