MEDAN -Seorang anak berinisial JA (12) diketahui terjangkit HIV/AIDS.  Malangnya, JA terjangkit virus tersebut diduga akibat persoalan human traficking, yang dilakukan oleh sejumlah orang dekatnya. 
 

Demikian pengakuan JA kepada Team Fortune Community, dua bulan lalu, dan diteruskan kepada Perhimpunan Tionghoa Demokrat Indonesia (PERTIDI).
Setelah ditangani PERTIDI dari penanganan kesehatan dan hukumnya, Ketua Umum PERTIDI David Ang melalui surat tertulisnya kepada wartawan menyampaikan kronologis apa yang terjadi dengan JA pada, Sabtu (10/9/2022).

Mendapat info tersebut, usai melaksanakan rangkaian HUT ke 21 Partai Demokrat, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Muhammad Lokot Nasution langsung menjenguk JA di RSUP Haji Adam Malik Medan (HAM).

Saat berdialog dengan JA, Lokot memberikan semangat kepada JA dan para pendampingnya, akan mengupayakan satu rumah singgah untuk anak-anak yang mengidap HIV/AIDS, yang tak memiliki tempat tinggal serta orangtua lagi.

"Setelah saya dapat info, saya langsung bebicara dengan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi secara langsung. Kami juga ucapkan banyak terimakasih kepada Ketua TP PKK Sumut, Ibu Nawal Lubis bersama Yayasan Peduli ADHA juga sudah memberikan pendampingan terhadap JA. Saya yakin Pemerintah Provinsi Sumut akan membantu untuk hadirnya rumah singgah bagi anak-anak terdampak HIV/AIDS dan saya juga akan mengawalnya melalui Fraksi Demokrat DPRD Sumut," katanya di dampingi Pendiri PERTIDI, Tony Chandra, Ketua Umum PERTIDI, David Ang, Sekjend PERTIDI Lie Yen dan segenap pengurus PERTIDI, Ryan Lim, Jony, dan Weny.

Lokot yang menjenguk JA di RSUP HAM memberikan semangat, dan apa saja yang dirasakan hari ini akan diberikan kemudahan oleh PERTIDI. Untuk masalah kesehatan, akan dikawal terus begitu juga persoalan hukumnya akan segera ditegakkan dengan bantuan penuh dari PERTIDI.

"Saya tadi sempat berdialog dengan tim dokter, yang selama ini menangani JA di RSUP Haji Adam Malik Medan, kondisinya sudah membaik. Saat ini perlu asupan makanan bergizi tinggi, agar berat badannya kembali baik," terangnya didampingi Kepala Badan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (BPPM) DPD Partai Demokrat Sumut, dr Imam Akbar.

Di tempat yang sama, dr Imam menyampaikan, kasus terjangkitnya HIV/AIDS ini akan semakin tinggi jika penangangannya tidak cepat dan tepat. Seperti kejadian di Kota Bandung ada puluhan anak terjangkit HIV/AIDS dari 12.358 kasus hingga 2021.

"Kita semua berharap, Kota Medan tidak seperti kejadian di Kota Bandung. Untuk itu, kita harus bersama-sama menjaga Kota Medan ini, dan terus memberikan bantuan yang utuh kepada khususnya anak-anak terjangkit HIV/AIDS," ucapnya.

Sesuai arahan tugas dari Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, dr Imam menyatakan, DPD Partai Demokrat melalui BPPM akan mengawal persoalan anak terjangkit HIV/AIDS di Kota Medan dan kab/kota se-Sumut. BPPM akan terus bergerak dan bekerjasama dengan para pengurus lainnya untuk memperjuangkan hak-hak anak ini jangan sampai terabaikan.

Sementara itu, David Ang mengatakan, untuk penanganan JA, sesuai dengan arahan dari Ketua DPD PD Sumut, Ketua dan Sekretaris berbagi tugas. Ketua PERTIDI akan fokus kepada persoalan hukum dan kebijakan yang dialami JA dan khusus penanganan kesehatan serta gizi untuk JA akan ditangani oleh Sekretaris PERTIDI.

"Dalam penangan ini, Yayasan Peduli Anak Terdampak HIV/AIDS juga ikut bersama-sama agar JA dapat ditangani. Setelah JA pulang, dan ditampung oleh Yayasan tersebut. Kami akan memperjuangkan hak-hak hukum terhadap JA dan mengupayakan hadirnya rumah singgah," katanya.

Lebih lanjut, dr Imam menyatakan, upaya terhadap kondisi kesehatan dan gizi yang dialami JA, akan terus menjadi pantauannya. Apalagi hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan, kami dari BPPM DPD Partai Demokrat Sumut akan terus membantu JA. (*)