LABUHANBATU - Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang dipimpin Pj Bupati Labuhanbatu Muliyadi Simatupang, menetapkan 3 desa yang ada di Kecamatan Panai Hilir sebagai kawasan kampung nelayan maju.


Penetapan ini berdasarkan Pasal (9) Permendagri 86 tahun 2017, tentang perencanaan berbasis tematik, holistik, integratif dan spasial, serta Perpres Nomor 18 tahun 2020 tentang rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020-2024,

Hal ini ini ditetapkan PJ. Bupati Labuhanbatu saat pencanangan kawasan Kampung nelayan maju di Desa Sungai Sanggul, Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Senin (5/7/2021).

Menurut Mulyadi, ketiga desa tersebut yakni Desa Sungai Sanggul, Desa Sungai Baru dan desa Sungai Sakat.

"Penetapan kampung nelayan maju merupakan salah satu inovasi daerah replikasi dari program kementerian Kelautan dan Perikanan RI dalam rangka menciptakan pemukiman nelayan yang bersih, sehat dan nyaman serta melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan taraf hidup nelayan," ungkap PJ.Bupati Diselah kata sambutannya.

Mulyadi juga menjelaskan, pada umumnya kampung nelayan memiliki karakteristik seperti pemukiman yang padat, air minum yang kurang memadai, infrastruktur jalan, drainase dan sanitasi yang masih perlu ditingkatkan serta persampahan yang urgen untuk dikelola serta perlunya alternatif peningkatan pendapatan nelayan.

"Mewujudkan kampung nelayan dengan kondisi tersebut menjadi kampung nelayan maju bukanlah hal yang mustahil jika seluruh komponen masyarakat, perangkat desa, unsur muspika Kecamatan para opt dan stakeholder dapat bersinergi dan gotong-royong secara berkelanjutan, sehingga permasalahan-permasalahan di kampung nelayan dapat teratasi demi terciptanya kualitas permukiman dan sumber daya manusia yang lebih baik," jelasnya.

Upaya kolaboratif tersebut, kata dia, perlu terus dimonitoring dan evaluasi secara berkelanjutan sesuai dengan target indikator kinerja yang ditetapkan. Hal ini mulai dari penyusunan dokumen, perencanaan berbasis tematik, holistik, integratif dan spasial (THIS), dengan indikator yang terukur yang diintegrasikan dalam dokumen perencanaan baik RPJMD, Renstra, RPJMDES serta didukung oleh sistem inovasi daerah (SIDA) yang relevan.

Di akhir pidatonya, Mulyadi Simatupang berpesan, kepada seluruh stakeholder untuk memberikan perhatian yang serius, upaya promosi menciptakan peluang investasi untuk menarik minat para investor menanamkan modalnya di sektor perikanan di Kecamatan Oanai Hilir ini, sehingga kedepan ada produk unggulan perikanan yang dihasilkan dari Kabupaten Labuhanbatu, terbukanya lapangan pekerjaan yang tentunya akan berdampak kepada kesejahteraan nelayan.Tegas Muliyadi.

Sementara itu Plt Camat Panai Hilir Hadmansyah mengatakan, potensi perikanan tangkap sudah sewajarnya menjadi potensi unggulan daerah Kabupaten Labuhanbatu dan harus berdampak pada kesejahteraan nelayan.
Jumlah nelayan sebanyak 2.523 KK, 1.330 unit kapal tangkap ikan, maka produksi perikanan tangkap akan sangat besar dihasilkan dari potensi ini untuk dipasarkan baik dalam bentuk segar maupun olahan berbagai bahan makanan.

"Dari itu saya berharap kepada stakeholder yang ada, mari bergandeng tangan untuk mewujudkan dan mensukseskan apa yang telah dicanangkan dan ditetapkan oleh PJ Bupati Labuhanbatu, agar cita-cita kampung nelayan maju dapat terwujud," harapnya.

Di sisi lain, panitia pelaksana pencanangan kampung nelayan maju, Kaban Bappeda Labuhanbatu Hobbol Z Rangkuti, melaporkan tujuan dicanangkannya kawasan kampung nelayan maju ini diantaranya untuk menciptakan kawasan kampung nelayan yang bersih, sehat dan nyaman serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya nelayan dan juga sebagai sentra produk unggulan daerah sektor perikanan di Kabupaten Labuhanbatu.

Rangkaian acara yang disaksikan ratusan nelayan sekitar, dihadiri juga Asisten II Akmal, Asisten III Zaid Harahap, Kaban Litbang Juhri, dan Camat Panai Hilir Hadmansyah.

Usai melakukan diskusi, Pj Bupati beserta rombongan meninjau salah satu kelompok nelayan yakni Kelompok Nelayan Sehati yang ada di kampung nelayan Desa Sungai Sanggul.