PADANGSIDIMPUAN - Anggida Rojak Siregar (20) terbaring lemah di Sal III RSUD Kota Padangsidimpuan setelah dirujuk dari RS Aek Haruaya Kabupaten Paluta. Pria kelahiran Bali, 3 Juli 2007 yang saat ini hanya memiliki berat badan 14 Kg dan tinggi badan kurang lebih 60 centimeter, diduga menderita penyakit aneh. Anak kedua dari pasangan Safran Siregar (49) dan Annum Maya Sari Batubara (48) warga Desa Ubar, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Paluta, sudah menderita sakit sejak berumur 40 hari usai dilahirkan.

Menurut dokter, sebut ibunya, Annum Maya Sari Batubara , Anggi didiagnosa dokter RS Sanglah Denpasar, Bali menderita Anemia, hyper teroit dan kekurangan hormon.

Terbaring dan lemah, begitulah keadaan Anggi sampai kemudian mereka pindah ke Desa Ubar, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Paluta pada tahun 2000 lalu hingga saat ini.

Namun, tiga hari yang lalu atau pada Rabu (20/9/2017), kondisi Anggida semakin parah. Berdasarkan hasil diagnosa dokter di RS Aek Haruaya Kabupaten Paluta, Anggida mengalami pembengkakan hati, limpa, jantung dan anemia.

"Berdasarkan itulah Anggida dirujuk ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk melakukan transfusi darah karena RSUD Aek Haruaya tidak memiliki bank darah," tutur Annum saat ditemui GoSumut, Jumat (22/9/2017) di RSUD Kota Padangsidimpuan.

Dari RSUD Kota Padangsidimpuan, tim dokter yang menangani Anggida menyarankan agar Anggida dirujuk ke rumah sakit di Medan. Akan tetapi, melihat kondisi Anggida saat ini dan juga kondisi ekonomi keluarga yang kurang memenuhi, ibu Anggida resah. Apalagi suaminya hanyalah seorang petani. 

"Bagaimanalah kami mau membawanya ke Medan. Melihat kondisinya yang saat ini lemah dan juga keadaan ekonomi kami yang kurang mencukupi, saya jadi berpikir untuk merujuknya ke Medan. Walaupun biaya pengobatannya di tanggung BPJS. Untuk biaya sehari-hari di sana (Medan), tentu tidak sedikit," keluh Annum.

"Terus terang, kami membutuhkan dukungan dari masyarakat untuk biaya pengobatan Anggida ini. Kami takkan lelah berusaha untuk mengobati Anggida karna kami masih mempercayai kuasa Allah Subbahana Wataala," timpalnya Annum lirih.