Liputan Langsung Wartawan GoNews.co dari SEA Games 2017 Malaysia

Cabor Bulutangkis, Hanya Jojo Yang Tersisa di Final

Cabor Bulutangkis, Hanya Jojo Yang Tersisa di Final
Istimewa.
Selasa, 29 Agustus 2017 10:04 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KUALA LUMPUR - Indonesia hanya berharap pada atlet bulutangkis Jonatan Christie untuk menambah medali emas dari cabang bulutangkis SEA Games XXIX/2017.

Atlet andalan Merah Putih ini melaju ke final nomor perorangan tunggal putra usai menyingkirkan pemain Vietnam, Tien Minh Nguyen, 21-11, 21-16, Senin (28/7/2017).

Pada laga puncak yang digelar di Axiata Arena Bukit Jalil Kuala Lumpur, Selasa (29/8/2017), Jojo akan menghadapi unggulan kedua asal Thailand, Khosit Phetpradab yang di partai semifinal lain mengalahkan Ihsan Maulana Mustofa, 21-10, 23-21.

Tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung juga tunduk dari wakil tuan rumah, Soniia Cheah, 20-22, 13-21. Adapun ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto disingkirkan pasangan Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh, 17-21, 21-23. Dengan demikian, mereka hanya puas dengan medali perunggu.

Ads
Jika Jonatan berhasil mempersembahkan emas, maka Indonesia hanya mendapat dua emas karena sebelumnya sudah meraihnya di nomor ganda putra. Namun, ini tak sesuai target tiga emas

. Manager Tim bulu tangkis Indonesia Susy Susanti mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi secara menyeluruh penampilan pemain yang gagal di SEA Games. Menurut dia, harusnya para atlet yang memiliki peluang menuju final bisa konsentrasi dan fokus untuk mengalahkan lawan-lawannya.

Menurut Susy, para pemain hanya bermodal nekad tanpa dibarengi keberanian. Akibatnya, saat mereka tertekan akan kesulitan untuk berkembang. "Saat unggul pun mereka gagal fokus, gampang sekali buang poin. Hal-hal seperti ini yang perlu diperhatikan," kata Susy.

Dia juga menyayangkan penampilan Ihsan Maulana Mustofa. Di saat unggul 16-10 dan 20-18, atlet binaan PB Djarum tersebut tak mampu terus menekan untuk menyudahi permainan.

Justru, Ihsan dinilai kehilangan fokus hingga akhirnya bisa dikejar Khosit Phetpradab. "Harusnya saat unggul langsung menekan dan jangan kasih kesempatan lawan. Tapi yang terjadi kehilangan fokus sedikit langsung hilang poin," jelasnya.

Pihaknya berharap kepada Jonatan bisa menyumbangkan emas, sekaligus membalas kekalahan yang dialami Ihsan dari Khosit. Sebab dia menjadi satu-satunya yang tampil di partai final.

"Mudah-mudahan Jonatan mainnya normal, tenang dan lebih berani. Saya berharap dia bisa mengatasi ini,” ujarnya. ***
Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : Gonews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Olahraga
www www