Pembangunan Pabrik Feronikel Halmahera Timur, Antam Akan Gandeng WIKA-KHI

Pembangunan Pabrik Feronikel Halmahera Timur, Antam Akan Gandeng WIKA-KHI
Ilustrasi.
Rabu, 22 Maret 2017 18:10 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menggandeng PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan Kawasaki Heavy Industries Ltd untuk membangun pabrik feronikel di Halmahera Timur dengan kapasitas 13.500 ton.

Direktur Utama ANTM Tedy Badrujaman mengatakan WIKA-KHI merupakan pemenang tender EPC P3FH dengan nilai kontrak sebesar Rp3,43 triliun yang meliputi pekerjaan design, engineering, procurement, construction, startup, testing and commissioning of the plant. ANTM telah mendapatkan dana penyertaan modal negara (PNM) sebesar Rp3,5 triliun.

"Pembangunan konstruksi sudah dimulai. Peralatan sudah berada di lokasi. Pembangunan pabrik feronikel Halmahera Timur akan memakan waktu 30 bulan," katanya menjawab bisnis di Jakarta, Rabu (22/3/2017).

loading...
Dia mengungkapkan, ANTM, WIKA dan KHI sudah mendatangani kontrak Engineering, Procurement & Construction (EPC) turnkey Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH) Tahap 1 Line 1.

Ads
Pabrik Feronikel Haltim yang akan dibangun terdiri dari Rotary Dryer berkapasitas 170 ton per jam, Rotary Kiln kapasitas 165 ton per jam, Electric Smelting Furnace berkapasitas 60 MW serta peralatan penunjang lainnya.

Pabrik feronikel Haltim akan meningkatkan kapasitas produksi feronikel Perusahaan dari 27.000-30.000 ton nikel dalam feronikel (TNi) per tahun menjadi 40.500-43.500 TNi per tahun, serta turut mendukung program pembangunan industri dasar logam stainless steel. Direncanakan P3FH dapat melaksanakan komisioning pada akhir tahun 2018.

Selain di Halmahera Timur, ANTM dan dua perusahaan konsorsium tersesbut juga telah menyelesaikan Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Hal itu ditandai dengan telah diselesaikannya PLTU Batubara berkapasitas 2 x 30 MW.

"ANTM tengah bersiap dalam penyelesaian P3FP secara keseluruhan. Selesainya PLTU Batubara menunjukkan bahwa ekspansi produksi feronikel Perseroan tetap on track," kata Tedy.

Setelah PLTU batubara di Pomalaa beroperasi, biaya energi feronikel ANTM diharapkan dapat turun sekitar 15%-20%. Sampai dengan periode 9 bulan pertama 2016, biaya tunai feronikel perusahaan tersebut  sudah mencapai US$3,38 per pon. Cash cost ANTAM juga sudah berada di second quartile untuk produsen komoditas nikel global berbiaya rendah.

Tedy mengatakan ANTM juga tetap melakukan perbaikan dan pembaruan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang sebelumnya sudah dimiliki. Engine lama tipe 18v46 akan di retrofit agar bisa menjadi dual fuel yakni Marine Fuel Oil (MFO) dan gas yang saat ini sedang dalam proses.

Melalui penurunan biaya produksi dan peningkatan kapasitas produksi, ANTM optimis akan imbal hasil dan profitabilitas yang solid dari bisnis nikel. Selama 9 bulan pertama 2016, volume produksi feronikel ANTM tercatat 14.393 ton per tahun. Nilai itu meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 sebesar 12.838 TNi. ***
wwwwww