BEM Seluruh Indonesia Kecam Upaya Oknum Pemecah Belah Bangsa dan Penggembosan Gerakan Mahasiswa

BEM Seluruh Indonesia Kecam Upaya Oknum Pemecah Belah Bangsa dan Penggembosan Gerakan Mahasiswa
BEM SI saat aksi demo beberapa waktu yang lalu. (istimewa)
Rabu, 08 Februari 2017 09:06 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - BEM Seluruh Indonesia mengecam upaya pecah belah Bangsa dan adu domba serta penggembosan pergerakan Mahasiswa oleh rezim Pemerintah Jokowi.

Hal itu ditegaskan Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia Presiden BEM UNS, Wildan Wahyu Nugroho kepada GoNews.co, Rabu (8/2/2017) di Jakarta.

Sehubungan dengan edaran undangan kegiatan 'Jambore dan Silaturahmi Mahasiswa Indonesia' yang diselenggarakan di Cibubur, 4-6 Februari 2017 dengan mengangkat tema 'Meneguhkan Komitmen Menjaga Indonesia' pada eksekusi di lapangan kenyataannya tidaklah demikian.

"Kami menegaskan, kegiatan tersebut merupakan agenda yang memiliki tendesius politik dan disetting untuk pro terhadap pemerintahan Joko Widodo dan mematikan ruh mahasiswa sebagai pengawal kebijakan pemerintah," ujarnya.

Ads
Menurutnya, pada beberapa sesi disampaikan hal-hal yang menyudutkan beberapa ormas dan tokoh nasional yang dicap merugikan pemerintah rezim Joko Widodo, sehingga hal ini berpotensi memicu disintegrasi bangsa dan memunculkan rasa benci.

"Kegiatan tersebut sarat dengan politisasi pada mahasiswa untuk mendukung salah satu figur partai dengan menggunakan embel-embel mahasiswa, dengan kata lain panitia telah berbohong dan mengotori marwah mahasiswa," tandasnya.

Kegiatan tersebut katanya, merupakan upaya pecah belah persatuan mahasiswa serta penggembosan pergerakan mahasiswa akan dimensi idealisme eksekutif kampus dan menggiring mahasiswa untuk melakukan aksi turun ke jalan dengan konten tuntutan yang telah panitia siapkan, dengan kata lain ditunggangi kepentingan politik. Adapun peserta yang berseberangan dengan agenda tersebut diusir keluar secara tidak hormat.

"Maka, kami Aliansi BEM Seluruh Indonesia menyatakan: Seluruh BEM Perguruan Tinggi yang tergabung dalam anggota Aliansi BEM Seluruh Indonesia tidak pernah mendelegasikan mahasiswa dalam agenda tersebut dan menyatakan tidak terlibat," tandasnya.

Yang kedua, menuntut Presiden Republik Indonesia mengklarifikasi agenda Jambore dan Silaturahmi Mahasiswa Indonesia bukanlah agenda mahasiswa, seperti yang diklaim panitia. Menolak politisasi dan penunggangan gerakan mahasiswa.

"Kami juga mengecam upaya pecah belah bangsa dan pengkhianatan terhadap Pancasila dan nilai luhur bangsa Indonesia," tukasnya.

Selain itu, BEM SI juga mengecam upaya adu domba persatuan mahasiswa dan penggembosan idealisme mahasiswa. Mengajak kepada seluruh mahasiswa Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan tidak terprovokasi akan sumbu pendek yang sengaja dibuat baik oknum yang tidak bertanggung jawab maupun rezim pemerintah.

"Mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk senantiasa satu komando dan menjaga ruh pergerakan mahasiswa yang berlandaskan pada pembelaan rakyat dan akan selalu berada di pihak rakyat serta konstitusi yang berlaku," paparnya.

Kesatuan dan persatuan Negara Republik Indonesia adalah harga mati. "Barang siapa yang dengan sengaja mengadu domba dan menimbulkan rasa benci maka sesungguhnya telah mengotori martabat bangsa dan negara ini," tegasnya.

Diapun berharap agar negeri ini tetap dilindungi oleh Tuhan, dari tangan-tangan kerdil dan tidak bertanggung jawab. Mahasiswa berjuang di jalan Tuhan, jalan kemuliaan, jalan rakyat dan senantiasa bersama rakyat. ***
wwwwww