Staf Ahli Bupati Ditangkap Polisi Usai Beli Sabu di Pinggir Jalan

Staf Ahli Bupati Ditangkap Polisi Usai Beli Sabu di Pinggir Jalan
Staf ahli Bupati Lahat, Amir Bahusin (56) dan Munawar digelandang ke ruang Satnarkoba Lahat, Sabtu (4/2/2017). (foto: sripoku.com/edhi amin)
Minggu, 05 Februari 2017 08:36 WIB
LAHAT - Mantan Kasat Pol PP Pemkab Lahat, Amir Bahusin (56) warga Kelurahan Bandar Jaya Lahat, diciduk jajaran Satnarkoba Lahat, Kamis (2/2/2017) sekira pukul 21.00 di kawasan Talang Berangin, Lahat.Lelaki yang sebelumnya terlihat tegar, terlebih saat sedang menjabat Kasat Pol PP itu kini tampak terlihat lemas. Penyesalan tampak di wajah lelaki yang juga pernah menjabat Camat Gumay Ulu Lahat ini.

"Aku sungguh sangat menyesal, Pak. Aku sudah buat susah keluarga dan buat malu begitu juga dengan Pemkab Lahat. Atas perbuatan ini aku juga minta maaf pada Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Riva'i dan keluarga besarku. Perbuatan ini sangat mencoreng," ucap Amir yang kini menjabat staf ahli Bupati Lahat itu, Sabtu (4/2/2017) di ruang Satnarkoba Lahat seperti dilansir sripoku.com.

Diceritakan Amir, dirinya memang sudah lama mengenal dan mengkonsumsi barang haram tersebut dengan dalih untuk 'memompa' semangat kerja.

Ads
Namun awal 2016, terlebih gencarnya razia narkoba, membuat ia berhenti karena takut tertangkap. "Nah tiga bulan terakhir ini tiba-tiba aku kepingin dan tergoda untuk kembali mengisap sabu-sabu sehingga aku kembali beli, namun nahas ternyata aku ketangkap. Meski demikian aku berterimakasih ke Polres Lahat, dengan kejadian ini aku sadar terhadap perbuatanku," ujar Amir dengan penuh penyesalan.

Kapolres Lahat, AKBP Rantau Isnur Eka SIK melalui Kasat Narkoba AKP Desli Darsyah mengungkapkan, penangkapan Amir dilakukan berdasarkan informasi dari warga.

"Saat ditangkap tersangka baru saja membeli sabu-sabu. Ia ditangkap di pinggir jalan di kawasan Talang Berangin Lahat. Saat digeledah di saku celananya terdapat satu paket sabuk kristal putih yang diduga narkoba jenis sabu," terangnya.

Menurut Desli, Amir ditangkap bersama Munawar Muslim (33) warga Bandar Agung Lahat, yang menjadi penghubung Amir untuk mendapatkan sabu-sabu.

Keduanya terancam kurangan penjara 4 tahun.

Selain sabu dan uang Rp800 ribu, juga diamankan handphone milik keduanya.

"Saya disuruh pak Amir beli sabu Rp800 ribu. sudah beberapa kali ia suruh saya beli dengan seseorang pak yang juga warga Lahat," ujar Munawar.

Terpisah saat dihubungi, Bupati Lahat H Saifudin Aswari Riva'i SE menyayangkan tertangkapnya Amir yang masih aktif sebagai PNS di lingkungan Pemkab Lahat tersebut.

Terlebih, Aswari sendiri sudah sering mengingatkan para PNS untuk tidak coba coba pakai narkoba.

"Kasihan dengan dia (Amir) sudah sering diingatkan tapi masih nak pakai narkoba," sesal Aswari.

Sementara itu Aswari sendiri selain secara lisan ia juga beberapakali menggelar pemeriksaan darah bagi kalangan PNS untuk mengetahui PNS yang mengkonsumsi narkoba.

Upaya tersebut dilakukan tidak lain agar peredaran narkoba di Kabupaten Lahat bisa distop.

Tak hanya itu diberbagai tempat ia juga mengajak warga untuk nyatakan perang terhadap narkoba.

"Narkoba itu menyesatkan dan menyengsarakan jadi jangan didekati," tegas Aswari.(tnc)

Editor:Arie RF
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Gonews Group, Peristiwa, Hukrim
wwwwww