Gemuk = Sehat = Bahagia, Benarkah?

Gemuk = Sehat = Bahagia, Benarkah?
Agustina
Selasa, 21 Februari 2017 07:47 WIB

Oleh: Agustina, S.SiT

Sekarang ini fashionable menjadi kebutuhan masyarakat, hampir setiap insan pasti menginginkannya. Tak dipungkiri, insan fashionable itu semua ingin berlomba-lomba untuk menjadi pusat perhatian orang lain. Dimulai dari bentuk tubuh yang menarik hingga gaya jalan yang menawan. 

Ada beberapa statement tentang problema berat badan seperti “Terlalu kurus itu tidak enak, terlalu gemuk juga tidak enak, orang kurus bilang enak ya jadi orang gemuk, tinggal mengatur makan aja sudah aman gak akan kegemukan, orang gemuk juga bilang, enak ya jadi orang kurus, makan apa aja sebanyak-banyaknya bisa, gak perlu takut kegemukan”.

Padahal sebenarnya kurus itu tidak sehat, gemuk itu juga tidak sehat. Orang gemuk yang takut bertambah gemuk akan menghindari banyak makan yang justru malah terjebak pada tidak mengkonsumsi makanan bergizi yang harusnya tetap dibutuhkan tubuh setiap harinya, orang kurus juga begitu, makan banyak, apa aja dilahap biar bisa gemuk, dan akhirnya juga terjebak pada pola makan yang salah yang menyebabkan menumpuknya berbagai macam zat dari makanan yang berlebih yang juga menimbulkan macam-macam penyakit.

Walau kegemukan dapat menurunkan rasa percaya diri  seseorang, tetapi kenyataannya banyak orang beranggapan gemuk itu identik dengan sehat dan kondisi psikis yang bahagia dibandingkan dengan orang kurus. Alasan yang paling tepat mungkin mengacu kepada konsep bahwa “ Sehat dalam ukuran apapun”.

Ads
Padahal, Dalam psikologi pembentukan kepribadian  juga ada disebutkan tentang adanya kaitan antara bentuk tubuh dan karakteristik kepribadian tercermin dalam stereotip yang populer seperti" orang yang gemuk adalah  periang"  atau "orang yang tinggi kurus berkacamata adalah cendikiawan".

Sebuah di Universitas McMaster, Kanada, mengungkap sebuah fakta yang menggembirakan bagi mereka dengan berat badan di atas normal alias gemuk. Dikatakan bahwa dalam  tubuh orang gemuk tersimpan ‘fat gene’ atau ‘gen gemuk’ yang juga dikenal sebagai FTO atau ‘gen bahagia’.

Bagi orang yang sudah terlanjur gemuk, untuk mengembalikan berat badan ideal bukanlah suatu perkara yang mudah, banyak dari mereka sudah melakukan diet untuk menurunkan berat badan, namun gagal di tengah jalan karena ketidakmampuan dalam mengonntrol diri dan konsisten dengan tujuan awal. Bahkan menurut sebuah penelitian, orang berbadan gendut cenderung memiliki nafsu makan yang tinggi dibanding mereka yang bertubuh ideal.

Sebagian orang dengan obesitas mungkin akan merasa sehat karena tidak memiliki gejala penyakit apapun. Sayangnya, kelebihan berat badan tetap saja berarti mengundang penyakit datang. Menjadi obesitas saja ternyata telah meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung di kemudian hari. Pasalnya, penyakit tersebut mungkin telah terbentuk di dalam tubuh mereka meskipun belum bergejala. Kegemukan berlebih bukan hanya berpengaruh pada jantung. "Menjadi obesitas berarti Anda juga rentan sakit persendian, kelainan psikiatris dan kanker," kata Dr.Rishi Puri, ahli penyakit jantung yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

. Sembilan puluh persen kegemukan adalah akibat makan belebihan. Ini disebut kegemukan primer. Sepuluh persen sisanya kegemukan karena penyakit atau gangguan hormonal atau gangguan yang diturunkan. Mereka ini masuk kelompok kegemukan sekunder.

Agar seseorang mendapatkan berat badan yang ideal, maka perlu melakukan program diet. Akan tetapi, diet yang dimaksud, bukan sekadar mengurangi berat badan, tapi juga harus mengubah pola hidup yang sehat, menghindari paparan polusi, dan yang paling penting adalah tidak merokok. Selain itu, perlu adanya motivasi dan niat di dalam diri guna memiliki tubuh ideal, sehat, dan bugar hingga tua nanti. Jika motivasi dan niat sudah timbul maka akan sangat mudah mewujudkan pola hidup yang sehat dan bugar.

Para ahli juga sepakat bahwa yang paling penting adalah mengurangi berat badan. Jadi tidak penting ukuran badan “Kurus atau Gemuk” nya seseorang, tetapi lebih penting bagaimana seseorang bisa menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat, dan apabila tubuh kita sehat maka kebahagiaan juga akan datang menghampiri.

* Agustina, S.SiT adalah mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh.

Email : agustina050891@gmail.com

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Opini
wwwwww