Opini

Bukber di LP Kelas II Pekanbaru

Rabu, 29 Juni 2016 04:35 WIB
Penulis: H Mulyadi
Bukber di LP Kelas II PekanbaruH Mulyadi
BUKA bersama (Bukber) tidak selalu harus di hotel, restoran atau di kafe-kafe yang bernuansa "wah". Karena peristiwa yang mengandung silaturahmi dan suasana damai ini bisa terjadi di lembaga pemasyarakatan. Baru-baru ini PWI Provinsi Riau dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Pekanbaru mengadakan Buka bersama. Sejumlah warga binaan dan beberapa diantaranya mantan pejabat di Provinsi Riau tampak ikut hadir dalam acara tersebut.Mantan para pejabat tersebut antara lain H.M. Rusli Zainal yang permah menjadi Gubernur Riau selama dua periode. Adapula mantan Bupati Indragiri Hulu ( Thamsir Rahman), mantan Bupati Kampar (Burhanudin Husein), dan eks Bupati Rokan Hulu (Ramlan Zas). Selain itu ada pula pengusaha Jufri Zubir. Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini merupakan kerjasama antara PWI Riau dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Pekanbaru. Bertindak selaku inisiator adalah Dheni Kurnia yang sehari-harinya menjabat sebagai ketua PWI Riau. Acara yang langka ini diliput banyak insan pers dari berbagai media massa. "Silaturahmi ini bertujuan menciptakan suasana sejuk sesama warga binaan, petugas dan insan pers". ujarnya.

Sementara itu mantan Gubernur Riau H.M Rusli Zainal merupakan tokoh yang dikerubungi banyak wartawan untuk meminta informasi dan pengalaman selama berada di LP. Semua pertanyaan yang diajukan para wartawan dijawab tuntas oleh Rusli Zainal. Tak ubahnya hal ini juga dilakukan ketika ia masih aktif menjadi orang nomor satu di Riau, yang sehari-hari dekat dengan para kuli tinta. Suasana yang berlangsung di LP Kelas II Pekanbaru ini mencerminkan bahwa sesama warga binaan bisa hidup berdampingan dengan baik. Meskipun ada satu dua warga yang masih memendam rasa dongkol. Padahal tujuan silaturahmi dan Buka bersama adalah menghilangkan perbedaan dan rasa dendam. Bukber itu merupakan inisiatif yang cukup baik dalam menghilangkan perbedaan yang ada diantara sesama warga binaan.

loading...
Dengan demikian wartawan yang kadang-kadang sering dinilai memperkeruh suasana, ternyata bisa berpartisipasi dalam menjalin silturahmi. Inilah hakekat dari silaturahmi bersama antara warga binaan, petugas dan insan pers. Ada hal yang menarik, Rusli Zainal mantan orang nomor satu di Provinsi Riau itu bisa berbicara dengan membawa suasana menjadi terasa sejuk dan tenang. Bukber yang langka seperti itu, merupakan awal dari pertemuan silaturahmi lainnya diwaktu mendatang.

Ads
Gambaran ini mencerminkan keadaan wartawan ibarat berada di medan perang namun menciptakan suasana damai. Sehingga tidak terjadi kegaduhan. Inilah yang disebut cease fire yang jauh dari kekerasan. Diantara para insan pers yang hadir tersebut, terlihat pula wartawan "old soldir" Moeslim Kawi yang kini berusia sekitar 80 tahun. Ternyata manfaat silaturahmi, terutama dibulan suci ramadhan benar-benar bisa berlangsung dengan baik. Karena perbedaan pendapat menjadi cair. Bahkan ketika silaturahmi usai dan para warga binaan kembali ketempat dengan suasana tenang dan tertib. Ternyata LP Kelas II Pekanbaru tidaklah seseram Penjara Alcatraz di Amerika Serikat. Semoga acara Bukber yang digagas PWI Provinsi Riau dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Pekanbaru bisa terus berlanjut dimasa mendatang.***

H Mulyadi adalah wartawan senior, tinggal di Pekanbaru - Riau

Kategori:Opini
wwwwww