Demokrat Singgung Momentum KPK di Kasus Harun Masiku, Firli Imbau Harun Kooperatif

Demokrat Singgung Momentum KPK di Kasus Harun Masiku, Firli Imbau Harun Kooperatif
Harun Masiku. (Foto: Facebook)
Selasa, 28 Januari 2020 07:33 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Delapan belas hari sudah Harus Masiku ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap yang menyeret nama Komisioner KPK, Wahyu Setiawan. Tapi lembaga anti rasuah belum juga berhasil menangkap Harun Masiku.

Teka-teki keberadaan Harun Masiku masih belum terpecahkan; mulai dari simpang siur dan disinformasi perjalanannya ke Singapura, hingga lokasi-lokasi yang diduga jadi tempat persembunyiannya seperti tempat istri dan mertua Harun, sudah diperiksa tapi Harun tak kunjung ditemukan.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) KPK dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2020), Anggota Komisi Hukum DPR RI dari fraksi Demokrat Benny K. Harman meminta, "Pak, tolong Masiku ini jangan terus disembunyikan. Tangkap dia sudah!".

Kasus Harun Masiku, menurut Benny, adalah momentum bagi KPK untuk menunjukkan punya otonomi atau tidak, "di bawah tekanan penguasa atau tidak,".

Ads
Terseretnya diksi "penguasa" dalam pernyataan Benny lantas bersahut dengan politisi PDIP Trimedya Pandjaitan di hari yang sama. Trimedya berharap ada kearifan untuk tak sembarang menyebut partai politik tertentu.

Tapi Benny menegaskan, "Saya bilang partai yang berkuasa, yang berkuasa kan tidak hanya PDIP, Anda punya kesimpulan itu. Yang menyebut PDIP eksplisit adalah ketua (pimpinan sidang, Desmond J. Mahesa, Red) bukan saya,".

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri memastikan keseriusan jajarannya dalam memburu Harun Masiku.

"Kalau ada yang menyembunyikan (Harun Masiku, Red) kami tangkap juga yang menyembunyikan,".

Di hadapan kamera wartawan Firli menegaskan imbauan agar Harun Masiku koperatif, baik dengan KPK maupun Kepolisian.

Seperti diketahui KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, dan 3 orang lainnya sebagai tersangka suap terkait penetapan anggota DPR-RI Terpilih periode 2019-2024, pada Kamis (9/1/2020).

Komisioner KPU, Wahyu, dan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, diduga sebagai penerima suap. Sementara diduga sebagai pemberi, Caleg dari PDIP Harun Masiku dan pihak swasta Saeful.***
Sumber : Tempo.co
Kategori : Gonews Group, Politik
www www