SERDANG BEDAGAI-Guna mengantisipasi aksi premanisne, Pungli dan aksi kejahatan jalanan, Satreskrim Polres Sergai melaksanakan sweeping lokasi keramaian, pasar dan tokoh dalam rangka menyambut natal 2019 dan tahun baru 2020.

Hal ini berdasarkan Surat Telegram Kapolres Sergai Nomor : ST/1161/XII/RES.1.24/2019 tanggal 20 Desember 2019 tentang Kegiatan penanganan, aksi premanisme dan aksi pungli dan kejahatan jalanan. Sesuai Sprint Kapolres Sergai Nomor : Sprint/..... /XII/2019 tanggal 28 Desember 2019 tentang penunjukan personil.

Sebanyak empat personil yang dilibatkan terdiri Aipda Alboin BB Aipda M Fadli, Bripka B. Pangaribuan, Bripka Syahrin haro. Senin(30/12) sekira pukul 15:00 WIB sampai 18:00 WIB Sore"kata Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Hendro Sutarno.

Menurut Hendro, lokasi tempat terdiri Toko Pakaian Mode Fashion, Toko grosiran Jaya Makmur, Toko Emas Bali Baru, Shoroom Honda,Toko Alfamidi yang berada di Kecamatan Seirampah, Sergai. "Kegiatan ini kita menyampaikan pesan kamtibmas kepada para pemilik toko bahwa antisipasi di akhir tahun manakala adanya tindak kejahatan premanisme yang meresahkan dengan dalih meminta sumbangan yang tidak jelas yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertaggung jawab," ujarnya.

Selain itu, kita Menghimbau kepada para pemilik toko agar tidak meladeni ataupun menanggapi, apabila ada oknum perseorangan ataupun organisasi kemasyarakatan yang meminta sumbangan yang bersifat paksaan ataupun ancaman.

"Untuk itu kepada para pemilik usaha/toko agar jagan takut apabila tempat usahanya didatangi oknum tersebut diatas dan segera laporkan kepada pihak Kepolisian agar segera ditindak lanjuti," ungkapnya AKP Hendro.

Bahkan pemilik toko juga menerangkan bahwa belum ada didatangi dari oknum perseorangan maupun oknum organisasi kepemudaan yang meresahkan yang meminta sumbangan dengan dalih uang keamanan.

Para pemilik toko mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian atas rasa aman yang telah diberikan dan dirasakan mereka selaku pemilik usaha.

Para pemilik toko mengungkapkan akan selalu memberi informasi dan bekerja sama dengan pihak kepolisian manakala toko mereka didatangi oleh oknum perseorangan ataupun organisasi kepemudaan lainnya yang meresahkan dengan dalih meminta sumbangan keamanan untuk melakukan pemerasan serta ancaman,*