Kampung Ternak Mandiri Upaya Dompet Dhuafa Atasi Kemiskinan

Kampung Ternak Mandiri Upaya Dompet Dhuafa Atasi Kemiskinan
Program Kampung Ternak Mandiri (KTM) Dompet Dhuafa Waspada di Desa Jati Utomo, Binjai Utara, Kamis (21/3).
Kamis, 21 Maret 2019 16:34 WIB
Penulis: Aldi Aulia
MEDAN - Program Kampung Ternak Mandiri (KTM) gawean Dompet Dhuafa Waspada sudah berhasil memberi banyak manfaat bagi puluhan kepala keluarga. Salah satunya di Desa Jati Utomo, Binjai Utara, yang menjadi salah satu tempat pemberdayaan KTM.

Hal itu diungkap saat Media Gathering Program KTM di Desa Jati Utomo, Binjai Utara, Kamis (21/3). Menurut Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Sulaiman, program ini telah bergulir sejak 1 juni 2008 sebagai bentuk pendayagunaan dana zakat, sedekah, dan dana sosial lain para donatur. KTM Dompet Dhuafa mengembangkan program peternakan yang berbasis pada peternakan rakyat (peternak mustahik).Awalnya KTM Dompet Dhuafa memberikan ternak kepada 10 kepala keluarga (KK) sebanyak 50 ekor kambing betina dan 5 ekor kambing jantan di Desa Sidomulyo, Kabupaten Langkat. Masing masing keluarga mendapatkan 5 ekor kambing betina dan 1 ekor kambing pejantan dibagi dua KK.

“Alhamdulillah, hingga tahun 2019 penerima manfaatnya bertambah menjadi 29 KK. Sukses mengembangkan peternakan di Desa Sidomulyo, program KTM dikembangkan ke dua daerah lainnya yaitu Desa Jati Utomo Binjai Utara dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 10 KK Penerima Manfaat. Hingga Tahun 2019 penerima manfaatnya bertambah menjadi 22 KK,” kata Sulaiman.

Sebelum bergulirnya pemberdayaan peternak, THK untuk menyediakan hewan kurban harus membeli hewan ternak dari peternak luar. Setelah hadirnya pemberdayaan, aliran hewan kurban THK langsung dari para peternak pemberdayaan binaan KTM.

Sulaiman mengatakan, program ini mengoptimalkan program kapasitas peternak, modal, dan pemasaran. Ketiga hal tersebut sejatinya merupakan faktor yang dapat mewujudkan kemandirian dan kemajuan peternakan lokal.

Ads
“Selain itu juga program ini menerapkan sistem bergulir. Pola bergulir ini setiap penerima manfaat yang sudah mumpuni wajib menyokong penerima manfaat lainya dalam rangka menstimulir pertumbuhan ekonomi daerah program tersebut. Jadi bisa dicicil saat sudah berkembang biak ternaknya. Misalnya dua ekor kambing dulu bertahan. Kesepakatan di awal, mereka harus bisa minimal membantu satu KK,” tambahnya.

Salah satu upaya Dompet Dhuafa dalam memasarkan ternak dari peternak lokal adalah melalui program Tebar Hewan Kurban. THK merupakan program yang digagas menyebarkan hewan kurban ke berbagai pelosok wilayah di Sumatera Utara. “Jadi ketika sudah berkembang jangan khawatir karena lewat program THK kita tampung. Setidaknya dalam setahun kita butuh 300 ekor hewan kurban,” tambahnya.

Sulaiman bersyukur program ini cukup berhasil di wilayah tersebut. “Pakan dan iklim mendukung di sini. Tahum 2019 sudah mulai mengajukan proposal dk Deliserdang. Selain itu kami juga akan mengadakan pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan,” bebernya.

Namun demikian, THK jelas bukan satu-satunya lahan pemasaran bagi para peternak lokal binaan KTM tentu saja masih dapat berpenghasilan harian dan bulanan seperti akikah dan kebutuhan konsumsi harian lainnya.

Transformasi kondisi perekonomian jelas menjadi tujuan dari proses pemberdayaan para peternak lokal. Berdasarkan data, paling tidak hampir 80% dari jumlah peternak binaan mengalami peningkatan siginfikan.

“Semoga semakin banyak dhuafa yang terbantu melalui program KTM ini. Oleh karena itu, tentunya sokongan dari berbagai pihak baik individu, komunitas, media, pemerintah, maupun swasta akan sangat berarti. Yang pasti kami mengimbau kepada masyarakat untuk jangan takut berbagi,” bebernya.

Wanto dan Jumadi, dua contoh sukses penerima manfaat di Desa Jati Utomo mengakui banyak perubahan positif yang mereka dapat sejak mendapat kepercayaan di program KTM itu. “Dulu saya driver. Belum pernah beternak. Masa itu tidak bisa fokus. Awalnya sambilan. Alhamdulillah sekarang sudah 39,ekor sudah fokus. Manfaatnya sudah banyak termasuk biaya anak sekolah,” kata Jumadi.

Sementara Wanto bersyukur program KTM sampai di kampungnya. “Mayoritas penduduk rata-rata di pertanian, pengrajin keranjang. Dengan adanya program ini sekarang sudah 15-17 kandang di sinI. Ada hasilnya dari beternak ini, juga ada efek untuk lingkungan sekitar karena ada teman yang juga ikut merasakan manfaatnya dengan membantu beternak,” pungkasnya.
Editor : ZAM
Kategori : Sumatera Utara, Interaksi, Umum, Gonews Group, Medan, Binjai
www www