Mata Uang Garuda Terkapar di Level Rp14.562 Per Dollar AS

Mata Uang Garuda Terkapar di Level Rp14.562 Per Dollar AS
Kamis, 06 Desember 2018 13:02 WIB
JAKARTA - Kamis (6/12/2018) siang ini rupiah melorot cukup cepat. Malah, rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terburuk di Asia.

Melansir Bloomberg, mayoritas mata uang Asia kalah dengan dollar Amerika Serikat (AS). Rupiah pun ikut melemah 1,1% ke kisaran Rp 14.562 per dollar AS.

Bukan hanya menjadi kelanjutan koreksi hari ketiga, pelemahan rupiah sesiangan ini merupakan yang terbesar dibanding mata uang Asia lainnya. Kurs India hanya melemah 0,8%, sementara Malaysia melemah 0,2%.

Mata uang yen jadi satu-satunya yang menguat. Dengan kenaikan yen 0,4%, USD/JPY duduk di posisi 112.

Ads
Analis Monex Investindo Futures, Faisyal menyampaikan, faktor eksternal menjadi penekan utama laju pergerakan rupiah. Salah satunya adalah pernyataan dari salah satu pejabat The Federal Reserves, Randal K. Quarles yang masih mendukung kenaikan suku bunga acuan AS di masa mendatang.

Selain itu, para pelaku pasar juga dilanda krisis kepercayaan terkait masa depan hubungan dagang antara AS dan China. “Walau ada gencatan senjata, pelaku pasar khawatir perang dagang tetap berlanjut jika nanti tidak ada negosiasi baru,” ungkap Faisyal.

Tak hanya itu, kekhawatiran para pelaku pasar bertambah setelah ada kemungkinan harga minyak kembali mengalami tren kenaikan jelang pertemuan OPEC. Kenaikan harga minyak jelas akan membebani rupiah mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu importir terbesar di dunia.*
Editor:Wen
Kategori:Gonews Group, Ekonomi, Sumatera Utara
wwwwww