Dorong Percepatan Imunisasi MR, Dinkes Sumut dan Unicef Turun ke Labuhanbatu Raya

Dorong Percepatan Imunisasi MR, Dinkes Sumut dan Unicef Turun ke Labuhanbatu Raya
Petugas Dinkes Labuhanbatu saat menunjukkan stok vaksin measles rubella
Kamis, 30 Agustus 2018 00:10 WIB
Penulis: Fatih
LABUHANBATU - Guna mempercepat pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR), Dinas Kesehatan Sumatera Utara bersama Tim Unicef turun ke tiga kabupaten di Labuhanbatu Raya sejak Selasa - Rabu (28-29/8/2018).Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Agustama melalui Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumut, Suhadi mengatakan, kunjungan yang dilakukan ke Kabupaten Labusel, Labuhan Batu dan Labura itu dalam rangka pemantauan tentang pelaksanaan imunisasi MR.

Diapun berharap kampanye MR tetap berjalan sesuai dengan surat edaran Menteri Kesehatan RI tanggal 6 Agustus 2018 tentang pelaksanaaan kampanye MR fase dua.

"Kita harapkan (tiga kabupaten di Labuhanbatu Raya) agar berkoordinasi dengan lintas sektor tentang tindak lanjut fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tanggal 20 Agustus 2018 tentang penggunaan vaksin MR produk SII untuk imunisasi. Sebelumnya sudah jalan dan ini untuk penguatan," ujar Suhadi, Rabu (29/8/2018) di Labuhanbatu.

Ads
Makanya, lanjut Suhadi, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pimpinan MUI Sumut yang dijadwalkan pada Selasa (4/9/2018) guna menindaklanjuti fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018.

"Kita tadi sudah berkoordinasi dengan MUI Sumut dan rencananya Selasa nanti akan dilakukan pertemuan," timpal Suhadi.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam hal ini Dinas Kesehatan setempat masih menunggu surat edaran kehalalan vaksin Measles Rubella (MR) dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Makanya, pelaksanaan vaksin MR untuk siswa sekolah belum dilaksanakan.

"Kita sampai saat ini belum menerima surat edaran dari MUI Pusat. Rencananya Senin (3/9/2018) akan kita terima," ujar Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Dinkes Labuhanbatu, Desy Kurniasi, Selasa (28/8/2018).

Desy menyinggung bagaimana kesiapan sekolah dan anak ketika penyuluhan imunisasi MR ini dilakukan. Namun semuanya berubah drastis saat MUI Pusat mengeluarkan fatwa menolak pelaksanaan vaksin MR karena belum ada kepastian halal atau haramnya vaksin yang digunakan.

"Jika Senin surat edaran fatwa MUI sudah kami terima, Selasa (4/9/2018) kami sudah mulai melaksanakan imunisasi MR," tutupnya.

Desy menjelaskan, untuk di Labuhanbatu, setidaknya ada sekitar 152.630 anak yang akan divaksin MR.

"Kami targetkan tetap 95 persen," ujarnya.*
wwwwww