Aparat Diminta Tidak Takut Mengusut Ribuan e-KTP yang Tercecer di Bogor

Aparat Diminta Tidak Takut Mengusut Ribuan e-KTP yang Tercecer di Bogor
Selasa, 29 Mei 2018 13:59 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi Hukum dan Keamanan DPR RI Nasir Djamil meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tercecernya ribuan Kartu Tanda Pengenal ( KTP ) yang beralamat di Sumatera Selatan.

Menurut mantan wartawan ini, pengusutan ini sangat penting mengingat KTP adalah identitas yang bisa juga digunakan untuk melakukan kejahatan.

Penegasan tersebut disampaikan politisi PKS ini agar ribuan KTP yang diduga palsu itu dapat ditelusuri siapa pembuatnya dan dalang utama pelaku yang diduga melakukan pemalsuan KTP.

"Saya yakin tercecernya KTP tersebut ibarat kata pepatah, sepandai-pandainya tupai meloncat akhirnya jatuh juga", ujar Nasir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (29/5/2018).

Ads
Karena itu, politisi asal Aceh ini meminta pimpinan Polri untuk tidak ragu menyelidikinya. Karena, menurutnya sangat aneh kalau KTP yang diduga palsu itu tidak diproses dengan langkah hukum.

"Tanpa perlu didorong-dorong oleh politisi dan publik, polisi wajib menyelidiki kasus ini sampai tuntas. Sangat miris dan ironis bahwa di negeri ini identitas bisa dipalsukan dan kemudian digunakan untuk kejahatan," tegasnya.

Lebih jauh, salah satu tokoh muda Aceh ini meminta Presiden Jokowi untuk membentuk tim pencari fakta independen guna menelusuri dugaan KTP palsu tersebut. 

"Mewujudkan pemerintahan yang berwibawa adalah dengan cara mengusut tuntas kasus KTP palsu agar ke depan tidak ada orang yang berani memalsukan identitas untuk melakukan kejahatan," ujarnya.

Bagi pimpinan DPR, pria yang akrab disapa Ustadz Enje ini meminta dipertimbangkan untuk pembentukan Pansus "KTP Gate" sebagai bentuk tanggungjawab miral dan struktural guna memaksimalkan pengawasan.

"Pansus ini adalah bentuk tanggungjawab DPR guna menyelamatkan Indonesia dari kelompok penjahat dan negara asing  yang ingin merusak dan merampok proses kehidupan berbangsa dan bernegara," pungkasnya.***
www www