Bamsoet: Segera Akselerasi Jaringan Internet di Kawasan Tengah-Timur

Bamsoet: Segera Akselerasi Jaringan Internet di Kawasan Tengah-Timur
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo saat launching lomba keritik DPR. (GoNews.co/Muslikhin)
Minggu, 22 April 2018 14:35 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Jaringan internet belum merata ke seluruh pelosok daerah, utamanya di kawasan Timur dan kawasan Tengah Indonesia.

Untuk itu, pemerintah diharuskan berburu dengan waktu menyiapkan dan memfungsikan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di kedua kawasan itu.

Hal itu diungkapkan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo,melalui siaran persnya yang diterima redaksi GoNews.co, Minggu (22/4/2018) di Jakarta.

"Saat ini, fakta tentang ketimpangan cakupan jaringan internet antara Jawa dengan luar Jawa tampak cukup mencolok, dan karenanya harus segera diatasi," ujarnya.

Ads
Bahkan kata politisi Golkar itu, pemerintah harus berani mengakselerasi penyediaan infrastruktur TIK di kawasan Tengah dan Timur Indonesia.

"Dalam salah satu survei menyebutkan, saat ini sudah 143,26 juta orang – atau 50 persen dari total populasi Indonesia 262 juta jiwa, dijangkau dan menggunakan jaringan internet. Tetapi data ini juga menggambarkan ketimpangan," tandasnya.

Sebab lanjut mantan Ketua Komisi III DPR itu, dari jumlah itu, sekitar 83 juta jiwa atau 58,08 persen-nya adalah masyarakat yang bermukim di Jawa.

"Sementara jumlah warga pengguna internet di Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara dan Papua-Maluku rata-rata masih di bawah 10 persen dari total populasi. Kecenderungan ini mengindikasikan bahwa puluhan juta generasi milenial di sejumlah daerah belum dijangkau jaringan internet," tukasnya.

Lanjut politisi yang hoby olahraga menembak ini, dari hasil survei, ada sekitar 49,52 persen pengguna internet di Indonesia adalah orang muda berusia 19 hingga 34 tahun atau generasi milenial. Jumlah generasi milenial saat ini diperkirakan lebih dari 100 juta jiwa.

"Artinya, hampir 50 persen generasi milenial belum terjangkau jaringan internet dan belum siap untuk beradaptasi dengan era Industri 4.0 yang serba digitalisasi dan otomasi dewasa ini. Sebagian besar kelompok ini bermukim di kawasan Tengah dan kawasan Timur Indonesia," lanjut Bamsoet yang juga mantan wartawan ini.

Dengan adanya fakta tersebut kata dia, harus disikapi dengan sangat serius, karena negara berkewajiban menyediakan sarana dan prasarana bagi generasi milenial untuk mengembangkan dan menyiapkan diri menjadi angkatan kerja yang kompetitif dan produktif.

"Mengacu pada tantangan riel itu, pemerintah harus berani mengakselerasi penyediaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi di kedua kawasan itu," pungkasnya. ***
wwwwww