Home >  Berita >  Umum

Sakit, Gelandangan ini Hembuskan Napas Terakhir

Sakit, Gelandangan ini Hembuskan Napas Terakhir
Jasad Jonni Hutauruk saat berada di Ruang Pemulasaraan Jenazah RSUD Kota Padangsidimpuan, Jumat (16/6/2017)
Jum'at, 16 Juni 2017 23:00 WIB
Penulis: Roni Siregar
PADANGSIDIMPUAN - Jonni Hutauruk terpaksa dilarikan warga ke IGD RSUD Kota Padangsidimpuan setelah melihat pria berusia 59 tahun ini tergeletak kesakitan di Jalan MH Thamrin, Kota Padangsidimpuan, Jumat (16/6/2017) pagi.Tubuhnya yang mulai kaku akhirnya dilarikan parbetor ke rumah sakit milik pemerintah itu. Tak lama, pria yang menggelandang itu akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.

Jonni tak sempat bercerita banyak, ia hanya mengaku merupakan warga Melati Seberang, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Akan tetapi, setelah ditelusuri beberapa warga yang menyaksikannya, keluarga yang dimaksud itu tak mengakuinya sebagai bahagian dari keluarga mereka.

Jasad Jonni yang menderita nyeri pada dada dan sakit pada perutnya itu hingga berita ini ditulis masih tertahan di Kamar Pemulasaraan Jenazah RSUD Kota Padangsidimpuan.

Ads
“Jonni Hutauruk, Islam, gelandangan dari Jalan Thamrin, belum ditandatangani,” tulis dr Rina dari pencatatan agenda IGD RSUD Kota Psp itu.

Menurut Fahri, salah satu parbetor, hampir setiap harinya Jonni menggelandang di sekitaran Jalan Thamrin, Patriece Lumumba dan sekitaran Pajak Kodok dan Pasar Sangkumpal Bonang.

“Tidurnya ya di pelataran toko-toko ini lah. Kalau yang kita tahu dia memang orang Melati Seberang, Ujung Padang,” katanya.

Kematian gelandangan ini sesungguhnya bukan pertama kali dalam waktu dua pekan terakhir ini, sebelumnya juga ada seorang warga bernama Jawa yang meninggal di pelataran rumah toko yang berada di Jalan Thamrin.

Hal itu sangat disayangkan, apalagi menurut pekerja sosial yang juga Pendiri Sopo Konseling SKT Tabagsel, Baun Aritonang, Pemerintah Kota Padangsidimpuan selama ini belum mampu memberi ruang yang layak semacam rumah singgah bagi para gelandangan dan anak-anak terlantar.

“Sudah banyak kasus yang terjadi seperti ini, tapi kita hanya bisa menyayangkan tidak adanya gerakan ataupun program kerja Pemerintah Kota Padangsidimpuan dalam hal ini. Ke depan, kita berharap tidak ada lagi anak terlantar dan gelandangan mati. Mereka adalah manusia, apalagi warga Kota Padangsidimpuan yang notabenenya tanggungjawab pemerintahnya,” tandasnya.
Editor : Fatih
Kategori : Umum, Peristiwa, Pemerintahan, Padangsidempuan, Sumatera Utara
www www