MEDAN-Demi memastikan stok dan stabilitas harga sembilan bahan pokok (sembako) menjelang Ramadhan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita  dan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi meninjau produsen minyak goreng dan gula pasir di Kawasan Industri Medan II.

Menteri Perdagangan mengatakan masyarakat bisa mendapatkan harga minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000 per-kg dan gula pasir Rp12.500 per-kg.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan pemerintah sudah menyiapkan cadangan 1,5 juta liter minyak goreng untuk siap digelontorkan di pasar apabila terjadi kenaikan harga minyak goreng di pasar.  "Ada 1,5 juta liter minyak goreng yang disiapkan para produsen untuk siap digelontorkan kalau ternyata harga di pasar naik. Jadi konsumen jangan khawatir," ujarnya.

Dengan ada cadangan yang bisa digelontorkan pemerintah dan komitmen perusahaan produsen melepas minyak goreng seharga Rp11.000 per liter dan termasuk Rp10.500 liter untuk minyak curah di pasar tradisional, maka diyakini tidak ada gejolak harga. "Ada 14 pengusaha besar produsen minyak goreng yang siap menyediakan 1,5 juta liter siap digelontorkan apabila ada lonjakan harga. Jangan ada fikiran mau spekulasi, miskin nanti. Yang nimbun kita tangkapop produksi kita jalan terus," tegas Lukita

Usai meninjau Musim Mas, Menteri dan Gubsu kemudian meninjau produsen gula PT Medan Sugar Indonesia di lokasi yang sama. Usai meninjau, Menteri menegaskan stok gula di tangan produsen, distributor dan pedagang serta Bulog cukup aman hingga empat bulan ke depan dan akan terus diamankan sepanjang tahun.

 "Secara nasional hingga saat ini, stok gula di produsen/distributor gula ada hampir 800ribu ton dan di Bulog  sekitar 400ribu ton. Stok itu cukup aman dan akan aman sepanjang tahun," ujar Enggartiasto. Dia juga menegaskan, bahwa pemerintah akan menindak tegas perusahaan produsen, disributor dan lainnya yang melakukan tindakan penimbunan minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya.

 "Sudah ada ketentuan semua produsen dan distributor melaporkan produksi dan stok sehingga pemerintah  mengetahui posisi stok sebenarnya," katanya.  Enggartiasto Lukita juga menegaskan, pemerintah akan menindak tegas perusahaan yang melakukan penimbunan.

Menurut Mendag, kestabilan harga gula semakin diyakini akan terjaga karena pemerintah sudah menjalankan atau menetapkan harga eceran tertinggi (HET) gula Rp12.500 per kg baik itu di pasar modern dan tradisional.

Enggartiasto menegaskan, pemerintah akan melakukan tindakan tegas seperti penyegelan dan bahkan penyitaan kalau ditemukan kasus penimbunan gula maupun barang pokok lainnya.  "Segel baru dibuka kalau gulanya sudah cair. Jadi pengusahanya pasti nggak berani karena akan merugi besar," katanya.

Dia menegaskan, pemerintah  tidak main-main dengan ancaman penindakan tegas kepada pengusaha maupun distributor  yang nakal.   Bagi perusahaan distributor yang tidak mendaftar atau melaporkan stoknya saja misalnya bahkan sudah dianggap ilegal.

Dalam kesempatan itu, Gubsu Tengku Erry Nuradi juga menghimbau masyarakat Sumatera Utara untuk tidak khawatir dalam menghadapi hari besar keagamaan Puasa Ramadhan maupun Lebaran. Dia menyebutkan, stok  minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya di Sumut cukup aman dalam menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri. "Jadi tidak ada alasan kenaikan harga sehingga masyarakat diminta tenang. Tidak perlu panik membeli dengan jumlah berlebih sehingga justeru bisa menimbulkan kenaikan pemintaan ," ujar Erry.

Gubsu Erry telah mengingatkan pemkab/pemko agar menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok.  ‘’Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut sendiri sudah melakukan berbagai langkah untuk menjaga ketersediaan dan harga  barang bahan pokok di Sumut,’’ sebut Erry didampingi anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba.

Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Alwin menyebutkan, harga berbagai bahan pokok khususnya minyak goreng, gula dan beras cukup stabil bahkan tren menurun.  Gula Rp12.500 per kg dan minyak goreng kemasan ada Rp11.000 per liter seperti yang ditetapkan pemerintah. 

"Hanya bawang putih yang harganya naik dari Rp34.000 menjadi Rp48.000 per kg,"kata Alwin.