Home > Berita > Umum

Setahun Lebih, Pembangunan Jambur di Lau Lembu Tak Jelas

Setahun Lebih, Pembangunan Jambur di Lau Lembu Tak Jelas
Proyrek Jambur Lau Lembu Desa Pertampilen yang terbengkalai dan tak ada yang bertanggungjawab.
Jum'at, 17 Maret 2017 14:07 WIB
Penulis: RGS

PANCURBATU|Pembangunan jambur (balai pertemuan) di Dusun III Lau Lembu, Desa Pertampilen, Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang sudah setahun lebih belum juga rampung dan terkesan mubazir. Sebanyak 22 buah tiang beton setinggi 4 meter di lahan masyarakat ini sudah berdiri, namun jambur yang ukurannya diperkirakan 15 meter x 20 meter tersebut tidak lagi dikerjakan.

Bahkan di lahan pertapakan pembangunan, sudah ditumbuhi semak belukar sehingga terkesan tidak dikerjakan lagi. Masyarakat setempat pun semakin curiga, jika proyek tesebut terindikasi korupsi yang dilakukan pihak pengelola yang menangani pembangunan jambur tersebut.

Juah Tarigan selaku Ketua Pembangunan Jambur beserta Sampai br Gurusinga selaku pengumpul dana swadaya masyarakat mengaku merasa kecewa terhadap pihak yang menangani pembangunan jambur tersebut.

loading...
Dana swadaya yang sebagiannya sudah dikutip dari masyarakat tidak diketahui kemana rimbanya karena pihak yang menangani pembangunan yang mengerjakan jambur tersebut semasa Hemat Singarimbun dari pegawai kantor Camat Pancurbatu selaku Pelaksana tugas Kepala Desa Pertampilen tidak pernah memaparkannya kepada masyarakat.

Ads
Akibatnya, masyarakat Lau Lembu malah menuding Ketua Pembangunan Juah Tarigan dan pengutip dana swadaya, Sampai br Gurusinga telah sekongkol dengan pihak pelaksana pembangunan dengan cara membohongi masyarakat. Mereka dicap masyarakat tidak bertanggung-jawab dalam menjalankan kewajibannya.

Sementara itu, Sampai br Gurusinga mengaku kesal dengan ulah pihak pengelola pembangunan yang tidak pernah menjelaskan alasan terbengkalainya pembangunan jambur tersebut. Sedangkan Sampai br Gurusinga mengaku mengutip dana swadaya masyarakat sebesar Rp 100.000 setiap kepala keluarga untuk penambahan dana pembangunan jambur. Sedangkan Juah Tarigan mengaku dana pembangunan jambur tersebut bersumber dari Dana Desa sebesar Rp 200 juta lebih. Namun secara pastinya dia tidak tahu karena tidak pernah diberitahu oleh pemerintah desa sebelumnya.

“Masyarakat menuntut saya tentang pembangunan jambur tersebut serta uang swadaya masyarakat yang dikutip,” terang Sampai br Gurusinga.

Kepala Desa Pertampilen Heri Saputra yang dihubungi melalui telepon selularnya, membenarkan pembangunan jambur di Lau Lembu terbengkalai. Namun kata Heri, mengenai sumber dana maupun sistem pekerjaan pembangunan jambur itu sama sekali tidak diketahuinya. Karena katanya dia baru menjabat kepala desa hasil pemilihan beberapa waktu lalu.

“Saya selaku Kepala Desa Pertampilen dan Everedy Ginting selaku Kepala Dusun II Desa Pertampilen masih baru, sehingga tidak mengetahui tentang pembangunan jambur di Lau Lembu tersebut,” urainya.(RGS)

wwwwww