Sarung Tangan Sintetis Medisafe Diekspor ke Eropa dan Asia Sebut Gubsu

Sarung Tangan Sintetis Medisafe Diekspor ke Eropa dan Asia Sebut Gubsu
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Gubsu H Tengku Erry Nuradi resmikan pabrik sarung tangan
Jum'at, 24 Februari 2017 10:07 WIB
Penulis: RLS

DELISERDANG - Terkait Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bersama Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Sumut H Tengku Erry Nuradi meresmikan pabrik sarung tangan keenam milik PT Medisafe Tencnology di Jalan Batang Kuis Gg Tambak Rejo Pasar X, Desa Buntu Bedimbar, Tanjung Morawa, Kab. Deliserdang.



Gubsu H Tengku Erry Nuradi mengatakan perusahaan industri karet di Sumut tercatat sebanyak 52 unit usaha dengan tenaga kerja 18.215 orang. Perusahaan ini terdiri dari perusahaan yang bergerak di sektor hulu dan hilir dengan produk diantaranya Crumb Rubber/Sir, ban kenderaan, vulkanisir, karet gelang dan produk rumah tangga seperti alas kaki atau karpet, sampai produk untuk kegunaan medis seperti sarung tangan seperti yang diproduksi PT Medisafe Technology.

“Khusus untuk perusahaan sarung tangan PT Medisafe Technology pada 7 Oktober 2014 yang lalu saya telah resmikan perusahaan ini atas expansi produk dan investasi yang dilakukan. Melihat perkembangan perusahaan yang ada saat ini saya sampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada PT Medisafe,”ujar Gubsu.

Dikatakan Gubsu, sebagai perusahaan terbesar dan termodern di Indonesia dengan produk sarung tangan sintetis Medisafe mengekspor produksnya 70 persen pasar Amerika dan selebihnya untuk pasar Eropa dan Asia.

Ads
Perkembangan yang dialami Medisafe lanjut Gubsu terlihat dari sebelumnya hanya memiliki kemampuan memproduksi dengan kapasitas 1,6 miliar sarung tangan pertahun dan dengan perluasan pabrik tahun 2014 mencapai lebih dari 2,3 miliar sarung tangan pertahun dan menguasai 10 persen pasar sarung tangan untuk kebutuhan dunia. Ditambah dari cabang pabrik lainnya di negara lain sekitar 14 miliar pertahun dengan pendapatan dari 25 juta US Dollar. Dengan expansi maka pendapatan diproyeksikan meningkat menjadi 60 juta US dollar.

Dikatakan Gubsu, produk karet sebagai bahan baku utama pabrik masih sangat potensial dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan industry. Hal ini sejalan dengan program pembangunan industry nasional yang mengarahkan pengelolaan hilirisasi industry dengan tujuan peningkatan nilai tambah dan kebutuhan dalam negeri serta pasar orientasi eskpor sehingga mendorong peningkatan perekonomian daerah.

“Sehubungan itu kami berharap expansi kedepan tidak terbatas pada produk sarung tangan, namun dapat melakukan perluasan usaha perkebunan karet bermitra dengan para petani karet untuk dapat menghasilkan nilai tambah bagi petani karet serta mengembangkan produk hilir lainnya,”ujar Gubsu Erry lagi.

Gubsu Erry pun berharap keberadaan PT Medisafe Technology dapat menjadi daya tarik masuknya investor lainnya untuk berpartisipasi dalam mendorong tumbuh kembangnya perekonomian Sumatera Utara.

wwwwww