Saat Ditandu ke Pemakaman, Jenazah Remaja Ini Tiba-tiba Bangkit

Saat Ditandu ke Pemakaman, Jenazah Remaja Ini Tiba-tiba Bangkit
Ilustrasi jenazah. (dream)
Rabu, 22 Februari 2017 14:32 WIB
NEW DELHI - Warga Desa Managundi, Distrik Dharwad, Negara Bagian Karnataka, India, gempar gara-gara jenazah Kumar Marewad, bangkit saat ditandu menuju pemakaman.Dilansir indiatimes.com, sebelumnya, Kumar dinyatakan meninggal dunia setelah menderita demam tinggi akibat digigit anjing, pekan lalu. Dia sempat menjalani perawatan di rumah sakit Dharwad.

Tetapi, kondisi Kumar memburuk dan koma. Dokter memutuskan memasang ventilator pada hidungnya agar bisa bernafas.

Dokter kemudian berkata kepada keluarga Kumar tentang kondisi kritis yang dialami remaja berusia 17 tahun tersebut. Dokter tidak dapat memastikan Kumar selamat. Sebab, infeksi telah menyebar dalam tubuh Kumar.

Ads
Dokter lalu memberikan waktu kepada keluarga Kumar apakah akan meneruskan pengobatan, namun mereka memilih membawa remaja itu pulang.

''Kami memutuskan membawa pulang Kumar setelah dokter memberitahu kami kesempatan dia bertahan akan suram jika ventilator dicabut,'' kata kakak ipar Kumar, Sharanappa Naikar.

Melihat tidak ada gerakan pada tubuh dan pernafasan, keluarga menduga Kumar telah meninggal. Mereka lalu meminta warga desa menyiapkan prosesi pemakaman langsung pada puncak ritual.

Bangkit Saat Ditandu

Warga selanjutnya menandu jenazah Kumar menuju pemakaman sejauh dua kilometer dari desa. Namun saat digotong, tiba-tiba Kumar membuka mata, menggerakkan tangan dan kakinya, serta bernafas cepat.

Kumar ternyata masih hidup. Seketika warga menjadi heboh. Kumar segera dilarikan kembali ke rumah sakit di Jalan Gokul. Kondisinya masih kritis.

''Kumar dipasangi ventilator. Kami menduga dia mengidap meningoencephalitis, infeksi yang disebabkan gigitan anjing,'' kata Dokter Mahesh Neelakhantannavar.

Orangtua Kumar, Ningappa dan Manjula, adalah buruh harian. Mereka butuh bantuan untuk biaya pengobatan Kumar.

''Kumar berhenti sekolah setelah kelas IX untuk membantu kami. Dia bekerja sebagai buruh bangunan. Kakaknya cacat fisik. Kami butuh dukungan biaya untuk pengobatannya,'' kata sang ayah, Ningappa. ***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:Gonews Group
wwwwww