Pakai Kursi Roda, Dewi Sandra Tetap Khusyuk Tunaikan Ibadah Umrah

Pakai Kursi Roda, Dewi Sandra Tetap Khusyuk Tunaikan Ibadah Umrah
Dewi Sandra pakai kursi roda. (detik.com)
Minggu, 12 Februari 2017 09:22 WIB
JAKARTA - Kondisi kesehatan yang kurang baik, tidak menghalangi Dewi Sandra menunaikan ibadah umrah. Ya, artis yang konsisten menggunakan hijab ini baru saja menjalankan ibadah bersama tim Wardah dan suaminya, Agus Rahman.

Selama berada di Tanah Suci, Dewi dibantu berjalan menggunakan kursi roda. Bahkan ketika harus melakukan thawaf dan sa'i, pemain film ''Haji Backpacker'' itu juga menggunakan kursi roda didorong oleh sang suami.

Meski harus menggunakan kursi roda, Dewi tidak mengeluh. Ia tetap sabar dan khusyuk menjalankan ibadah umrah.

Kepada Wolipop, Dewi mengatakan, dirinya malah merasa tidak enak dengan suami. Sebagai suami, Agus pun menuturkan kalau ia sangat senang membantu istrinya beribadah. Ia juga bersyukur karena Dewi sangat sabar dengan kondisinya.

Ads
Saat berbincang dengan Wolipop, Agus mengatakan ia mendapat hikmah dari perjalanannya bersama Dewi kali ini pergi umrah dengan kursi roda.

Salah satu hikmahnya, pria yang dikenal sebagai pebisnis itu bisa merasakan bagaimana perjuangan orang-orang yang memiliki keterbatasan saat beribadah di Tanah Suci.

''Hikmahnya kita jadi tahu gimana perjalanan orang-orang yang punya keterbatasan, kita bisa jadi lebih empati. Kedua kita mungkin dulu jalan di belakang orang yang punya keterbatasan suka ada perasaan mengeluh kok lama banget ya jalannya. Sekarang kita tahu sebenarnya mereka sudah berjalan secepat mungkin dengan keterbatasan itu, tapi itulah batas kemampuannya,'' papar Agus saat berbincang dengan Wolipop di Jeddah.

Selain itu, baik Agus maupun Dewi jadi menyadari kalau masjid memang seharusnya ada jalur khusus untuk pengguna kursi roda. Seperti di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang sudah memiliki jalur tersebut.

Dewi pun berharap semakin banyak masjid di Indonesia yang mempunyai jalur khusus untuk orang-orang di kursi roda atau memiliki keterbatasan fisik sehingga lebih memudahkan mereka dalam beribadah.

''Madinah dan Makkah memang sudah well designed ya, sudah friendly dengan saudara-saudara yang difabel. Ada tempat khusus di belakang, dibuatnya dekat pintu biar gampang keluar-masuk, jadi nyaman. Kita jadi tahu oh ternyata di setiap masjid harusnya ada akses itu ya,'' ujarnya.

''Saya berharap di Indonesia akan ada, mungkin di masjid-masjid besar kayak Istiqlal sudah ada ya tapi belum semua masjid ada,'' sambung Dewi.***
Editor:hasan b
Sumber:wolipop/detik.com
Kategori:Gonews Group
wwwwww