Tak Bisa Membaca, Gadis Cilik Ini Dipukul Guru dan Teman-temannya Hingga Tewas

Tak Bisa Membaca, Gadis Cilik Ini Dipukul Guru dan Teman-temannya Hingga Tewas
Joy Wangari. (dream)
Senin, 06 Februari 2017 08:51 WIB
NAIROBI - Nasib malang menimpa Joy Wangari, siswi Sekolah Dasar Mukandamia di Nairobi. Gadis cilik berusia 10 tahun ini tewas setelah dipukuli guru dan teman-temannya.

Menurut laporan, guru kejam itu mulai memukul Joy di bagian kepala setelah tahu yang bersangkutan tidak bisa membaca. Guru itu lalu menyuruh teman sekelas Joy untuk ikut memukulinya.

Menurut salah satu orangtua murid, Mary Wanjiku, Joy awalnya diajari oleh teman sebangkunya membaca. Tapi ternyata Joy tetap tidak bisa membaca.

''Gurunya mengancam akan memukul kalau Joy tidak bisa membaca. Tapi Joy mengatakan dia memang tidak bisa membaca. Gurunya mulai memukulnya dan menyuruh teman lainnya ikut memukuli anak itu,'' kata Wanjiku.

Ads
Joy mengeluh sakit kepada kepala sekolah, lalu diizinkan pulang lebih awal. Dia tinggal sendiri dengan neneknya yang berusia 86 tahun.

Tetangga Ann Wairimu mengatakan, ''Saya mengunjungi gadis itu di rumahnya dan dia tampak sangat lemah. Dia mengeluh sakit di bagian perut dan punggung. Dia bilang dia dipukuli oleh guru dan teman-teman sekelasnya.''

Empat hari setelah aksi kejam itu, Joy dibawa ke rumah sakit karena kondisinya memburuk. Sementara di bawah perawatan, Joy menyerah pada luka yang terlalu parah dan meninggal di rumah sakit. Guru yang memukuli Joy langsung melarikan diri setelah kematian gadis itu.

Direktur Pendidikan Mukandamia County, Kamemba Kamande, menyatakan pihaknya belum mengambil tindakan disipliner terhadap siapa pun.

''Tetapi kita harus menemukan salah satu guru yang melakukan aksi biadab ini, dan kami akan mengambil tindakan tegas,'' kata Kamande.

Sementara itu, orangtua murid lainnya, Simon Mureithi, mengklaim ini bukan kali pertama kekerasan dilakukan guru kepada murid.

''Saya memindahkan anak saya dari sekolah setelah dia dipukuli oleh guru. Ada banyak keluhan yang sama. Kami menuntut agar semua guru diganti dengan yang lebih manusiawi,'' katanya.***
Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:Gonews Group
wwwwww