Home > Berita > Medan

Rektor PTI Diminta Dukung Gerakan Salat Subuh Berjemaah

Rektor PTI Diminta Dukung Gerakan Salat Subuh Berjemaah
Rapat elemen mahasiswa yang tergabung dalam OKI, penggagas gerakan Salat Subuh Berjamah.
Rabu, 01 Februari 2017 18:45 WIB
Penulis: Kamal
MEDAN - Seluruh Rektor Perguruan Tinggi Islam diminta agar mendukung gerakan Sholat Subuh Berjemaah yang digagas elemen mahasiswa Islam, yang tergabung dalam Organisasi Kemahasiswaan Islam (OKI) Kota Medan. Hal tersebut dikatakan Koordinator Masyarakat Pribumi Indonesia (MPI), Anwar Bakti usai menggelar rapat dengan elemen mahasiswa, Rabu (1/2/2017).

"Saya berharap para rektor perguruan tinggi jangan menutup mata. Terutama universitas Islam," kata Anwar.

Didampingi Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Alwasliyah (PC -HIMMAH), Kota Medan, Ade Syahputra Ritonga, Pimpinan Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD - KAMMI) Kota Medan Ahmad Taufiq Tambunan, Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC - IMM) Kota Medan, Ridho Suwarno, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Medan, Mustafa Habib, dan Ketua Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), M Ali Hanafiah Ba'amar, Anwar menjelaskan, gerakan moral yang digagas OKI ini bisa mengeluarkan Indonesia dari keterpurukan.

Ads
"Karena kita sudah lama meninggalkan kekuatan spritual kita. Gerakan ini adalah bagian dari penguatan spiritual itu," tegas Anwar. 

Senada dengan itu, Ridho Suwarno menjelaskan, gerakan ini bertujuan untuk membangun kekuatan moral mahasiswa Islam. "Gerakan yang kami gagas ini untuk membangun kekuatan moral," jelas Pimpinan Cabang IMM Kota Medan ini.

Namun, Ridho mengeluhkan minimnya perhatian dari para rektor dan almamaternya. "Hingga saat ini kami masih berjalan sendirian tanpa ada diakomodasi oleh pihak manapun termasuk para rektor perguruan tinggi Islam," keluhnya. 

Dalam kaitan ini, Ridho mengungkapkan, alasannya bersama elemen mahasiswa lain menggagas gerakan ini adalah berkiblat kepada negara Islam seperti Turki yakni membangun peradaban spiritual.

"Kalau melihat kondisi sekarang, negara kita sudah rapuh. Daya nalar dan intelektual dikalahkan oleh permainan politik," ungkapnya. 
Editor:Fatih
Kategori:Medan, Gonews Group, Pendidikan, Peristiwa, Umum
wwwwww