MEDAN - Pedagang buku bekas minim pembeli di pertengahan semester ganjil ini. Pedagang yang berlokasi di Jalan Pegadaian, Medan ini mengalami kemerosotan omzet dibanding awal semester di bulan Juli lalu. Omzet pedagang buku bekas meningkat hingga 100% pada saat awal masuk sekolah. Namun, kata Ninda seorang pedagang buku bekas di Jalan Pegadaian, sejak tahun ajaran baru sekolah berlalu, penjualan buku bekas menurun drastis.

"Ketika masuk anak sekolah Juli lalu, banyak yang mencari buku bekas di sini," katanya Selasa (18/10/2016), kepada GoSumut.

Bahkan, kata Ninda, omzet saat ini turun hingga 50% dibanding penjualan saat masuk tahun ajaran baru 2016-2017.

"Kalau masuk ajaran baru, lumayanlah pendapatannya dari hari biasa. Naiknya pun sampai 100 persen dari hari biasa," ucapnya.

Kebanyakan pelanggan yang mencari buku di kawasan ini didominasi oleh pelajar SMA, dan biasanya mereka mencari buku bekas sesuai kurikulum yang berlaku di sekolah.

"Yang paling banyak mencari buku biasanya anak SMA, kemudian SMP dan beberapa mahasiswa. Mereka cari buku bekas," ungkapnya.

Rina seorang pengunjung yang memakai seragam SMA mengaku datang ke lokasi pedagang buku bekas ingin mencari buku pendukung belajar. Ia mengatakan perlu menambah referensi buku selain yang disediakan dari sekolah.

“Mau cari buku pendukung belajar di rumah, Bang. Karena kalau mengandalkan buku dari sekolah saja tidak cukup,” ungkap Rina sambil menenteng buku yang baru dibelinya.