Home >  Berita >  Olahraga
PON XIX Jawa Barat 2016

Selain Atlet, Ketua PB Forki Jenderal Gatot Nurmantyo Kecewa dengan Wasit Cabor Karate PON XIX Jabar

Selain Atlet, Ketua PB Forki Jenderal Gatot Nurmantyo Kecewa dengan Wasit Cabor Karate PON XIX Jabar
Pertandingan cabor Karate di PON XIX Bandung Jabar. (istimewa)
Minggu, 18 September 2016 23:22 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BANDUNG - Ketua PB Forki Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku kecewa dengan wasit cabor Karate di PON XIX Jabar 2016. Menurutnya wasit terlihat memihak terhadap tuan rumah dan tidak menjunjung tinggi sportifitas.

Kepada wartawan, dirinya mengungkapkan kekecewaanya. "Dari segi penyelenggaraan lumayan sudah cukup bagus, meski masih banyak kekurangan. Namun khusus wasit cabor Karate, saya benar-benar kecewa," ujarnya, Minggu (19/09/2016).

Bahkan kata dia, cabor tersebut harusnya lebih sportif karena para atlet yang menang bakal dipersiapkan untuk iven-iven internasional seperti Seagames, Asian Games dan Olimpiade. "Saya kecewa, memang itu kesalahan saya, dan ini akan kita evaluasi dan wasit yang tidak benar akan saya keluarkan, saya ini karateka, jadi saya benar-benar kecewa sekali," ujarnya.

Bukan cuma Gatot, namun Atlet Karate katak perorangan Kontingen Sulsel, Faizal Zainuddin juga merasa kecewa akan keputusan wasit yang dianggapnya menguntungkan tuan rumah di PON XIX Jabar, hingga dirinya harus terpental di babak semifinal karate katak perorangan, di Gedung Ganesha, Institut Teknologi Bandung, Minggu (18/9/2016).

Ads
Bagaimana tidak, kata Faizal, dalam pertandingannya melawan atlet tuan rumah Jawa barat, Faizal memperhatikan teknik gerakan katak tuan rumah tidak begitu sempurna, bahkan dalam beberapa kali mengeluarkan teknik katak, terlihat goyang dan tidak stabil.

Faizal pun mengaku kecewa dengan keputusan wasit yang dianggapnya berat sebelah, akan tetapi dia merasa puas dengan perfomancenya kali ini, apalagi PON XIX Jabar ini merupakan moment pertama Faizal harus kehilangan medali emas, sebelumnya di tiga PON berbeda sejak 2004, Faizal terus mendulang medali emas.

"Baru kali ini emas hilang dari genggaman saya ,itu karena saya menilai penilaian wasit yang berat sebelah, padahal jabar kurang begitu bagus, banyak teknik yang goyang," ucapnya.

Selain itu, Faizal menilai, hal yang sama juga terjadi pada saat DKI Vs Jabar, DKI menurutnya tampil lebih sempurna ketimbang Jabar, namun lagi lagi wasit kembali memenangkan tuan rumah.” Saya prediksinya lawan DKI di final, tapi ternyata Jabar,"Jelasnya.

Faizal sendiri sementara menunggu pertarungan untuk memperebutkan medali perunggu, lawan yang akan dilawannya merupakan pemenang antara DKI dan Kaltim. ***
www www