Home >  Berita >  Peristiwa

Waduh, Jenderal Tito Karnavian 'Semprot' Kapolresta Pekanbaru Gara-gara Ini: Nggak Kebalik Tuh?

Waduh, Jenderal Tito Karnavian Semprot Kapolresta Pekanbaru Gara-gara Ini: Nggak Kebalik Tuh?
Kapolri, Jenderal Tito Karnavian saat tiba di Mako Brimobda Polda Riau, Selasa pagi (Foto: Chairul Hadi)
Selasa, 30 Agustus 2016 09:49 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Kapolri, Jenderal Tito Karnavian menggelar pertemuan dengan seluruh jajaran Polda Riau, di Mako Brimobda, Selasa (30/8/2016). Mulai dari pejabat utama hingga Kapolres dikumpulkan Tito, membahas soal belum berjalannya commander wish.

Ini mengacu lantaran pecahnya bentrokan antara polisi dan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti, waktu lalu. Jenderal bintang empat tersebut menilai, intruksinya soal commander wish tidak sampai ke lapisan terbawah, termasuk personil di lapangan, sehingga menurunkan wibawa Polri.

"Makanya saya ingin datang sendiri ke Riau membahas soal commander wish. Saya mau tes dulu, Kapolresta Pekanbaru, coba jabarkan commander wish saya," arahan Tito mendadak. "Kalau commander wish dipahami, maka perisitiwa di Meranti tidak akan terjadi," sebutnya.

Namun sayang, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Toni Hermawan dinilai Kapolri tidak jelas menangkap inti dari commander wish yang selama ini digadang-gadang Kapolri sebagai revolusi di tubuh kepolisian. Bahkan Toni sempat terbalik menjabarkan point-point itu.

Ads
"Nggak kebalik tuh?," semprot Jenderal Tito secara langsung dalam pertemuan tersebut. "Commander wish ini inti dari kebijakan kepolisian untuk memperbaiki kepercayaan publik kepada Polri," sebutnya. Tak cuma Toni, Kapolri juga sempat menguji beberapa Kapolres lainnya di Riau.

Selain para Kapolres, Karo Ops Polda Riau, Kombes Abdul Hafidh Yuhas juga diuji Tito terkait commander wish tersebut. "Ini mendekati sempurna (penjabaran Karo Ops, red), nilai 80 lah. Kapolresta nilainya 30," sindir Jenderal Tito Karnavian.

Beberapa point inti dari commander wish Kapolri, adalah menyangkut reformasi kultural, reformasi mental agar polisi dekat dengan masyarakat dan bersikap humanis. Lalu juga soal pelayanan publik berbasis teknologi, publik trust (kepercayaan publik) dan informasi yang terbuka kepada media dan lainnya.

"Ini harus diingat semua. Nanti di Mabes kita buatkan sistem berbasis online, setiap Polda akan dipantau, mana yang menjalankan intruksi saya. Kita akan evaluasi. Nanti kita warning Polda yang tak sampai target, kita kasih kesempatan satu tahapan," tegas Jenderal Tito. ***
Kategori : Peristiwa
www www