Gelar Workshop Anti Korupsi, GOPAC dan DPR RI Libatkan 11 Negara

Gelar Workshop Anti Korupsi, GOPAC dan DPR RI Libatkan 11 Negara
Selasa, 30 Agustus 2016 16:08 WIB
JAKARTA - Global Organization of Parlementarians against Corruption (GOPAC) dan DPR RI bekerjasama dengan United Nations Deveplopment Programme (UNDP), Islamic Development Bank, dan Westminster Foundation for Democracy, menggelar workshop Development Effectiveness to Implement the SDGs, di gedung Nusantara, DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Topik utama yang dibahas yaitu terkait penguatan peran parlemen dalam memastikan efektivitas sumber daya pembangunan, dalam implementasi dan pencapaian target-target SDGs.

Workshop ini merupakan bagian dari program lapangan penyusunan buku panduan bagi anggota parlemenĀ  terkait SDGs, yang diharapkan dapat bermanfaat sebagai panduan bagi anggota perlemen untuk meningkatkan pengawasan dalam pengelolaan dana bantuan pembangunan dan implementasi SDGs.

Peserta workhop terdiri dari anggota parlemen beberapa negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Philippines, Thailand, Timor Leste, Myanmar, Laos, Bangladesh, Nepal, Sri Lanka dan Maroko.

Ads
Selain itu, turut hadir Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Beodjonegoro, serta ketua KPK Agus Rahardjo. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh ketua DPR Ade Komarudin.

Diketahui, GOPAC merupakan organisasi global antar parlemen yang fokus pad isu-isu anti korupsi, penguatan tata kelola pemerintahan yang baik dan penegakan supremasi hukum secara internasional.

GOPAC berdiri pad tahun 2002 di Ottawa, Kanada. Saat ini GOPAC memiliki keanggotaan di lebih dari 50 negara di dunia dengan cabang regional di Afrika, Arab, OCEANIA, Asia Tenggara dan Amerika Latin-Karibia.

Keterlibatan Indonesia dalam jaringan kerjasama global ini tercatat sejak tahun 2012, hingga akhirnya terbentuk chapter nasional GOPAC Indonesia yang juga memegang peran penting dalam jaringan serupa di wilayah Asia Tenggara.

Saat ini anggota GOPAC Indonesia tercatat sebanyak 61 orang, dengan keanggotaan yang bersifat non-partisan dan terbuka bagi semua anggota DPR yang memiliki visi anti korupsi, tata kelola yang baik, anti pencucian uang hingga isu-isu demokrasi dan partisipasi masyarakat.

Pada oktober 2015, GOPAC menyelenggarakan Konfrensi Internasional Anti Korupsi di Yogyakarta. Selain melahirkan Delarasi Yogyakarta sebagai bentuk komitmen GOPAC dalam pemberantasan korupsi transnasional, perhelatan dwi-tahunan tersebut juga secara resmi memilih Fadli Zon sebagai ketua GOPAC periode 2015-2017.

Sejak saat itulah, Indonesia semakin aktif dan memegang peran penting dalam kerjasama global tersebut, termasuk melakukan advokasi isu anti korupsi dan menggelar beragam upaya penguatan kapasitas bagi anggota parlemen. Sejalan dengan Fadli Zon sebagai ketua GOPAC, Kesekretariatan GOPAC yang ada di Ottawa berpindah ke Jakarta agar efektif mendukung kinerja ketua GOPAC dan GOPAC Global.

Kesekretaritan GOPAC juga berperan dalam pelaksanaan agenda-agenda yang disepakati GOPAC Indonesia. (rls)
Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : Gonews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik
www www