Home >  Berita >  Peristiwa

Gelar Buka Bersama, Ketua MPR Ajak Semua Masyarakat Awasi dan Hindari Miras

Gelar Buka Bersama, Ketua MPR Ajak Semua Masyarakat Awasi dan Hindari Miras
Ketua MPR RI, Zuklifli Hasan saat memberikan sambutan. (GoNews.co)
Selasa, 21 Juni 2016 21:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Maraknya kasus pemerkosaan di tanah air, ternyata penyebab atau faktor utamanya adalah narkoba dan minuman keras. Salah satu contohnya adalah 14 pemuda tanggung yang memperkosa YY di Bengkulu dan beberapa kejadian pemerkosaan yang berujung dengan pembunuhan diberbagai daerah.

Hal tersebut diungkapkan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat menggelar buka bersama dengan masyarakat di rumah dinasnya, Selasa (21/06/2016).

Dihadapan ratusan masyarakat dan insan pers, Zulkifli Hasan juga mengajak seluruh komponen bangsa, dalam pengawasan peredaran minuman keras khususnya dikalangan remaja. Dirinya juga mengajak agar masyarakat juga mengawasi undang-undang miras.

Zulkifli juga sempat membandingkan soal pembelian miras di Amerika. "Di negaranya Obama saja, membeli miras sangat diawasi, tidak setiap orang bisa membeli minuman itu, anak-anak tak boleh membeli miras, sudah sepatutnyalah negara kita yang mayoritas muslim jangan kalah sama mereka," ujar Zulkifli Hasan.

Ads
Untuk itu kata dia, peredaran miras di Indonesia harus diperketat. Memperketat perdagangan miras dianggap sangat penting. "Sebab ini bagian dari menjaga generasi muda Indonesia. Miras ini dapat memicu tindakan kekerasan dan tindakan pelecehan seksual. Apalagi saat ini juga marak sekali konten-konten pornografi," tukasnya.

Bukan hanya soal miras, Zulkifli Hasan dalam pidatonya juga menyoroti soal calon Kapolri yang baru. Diapun berharap proses penunjukkan Komjen Pol Tito Karnavian berjalan lancar. Selain itu dirinya juga menyinggung soal tax amnesti. Menurutnya Kita harus sungguh-sungguh memperhatikan masalah tax amnesti tersebut.

"Dalam undang-undang harus mempunyai keseimbangan dan asas manfaat, jika tidak terjadi asas manfaat, malu-maluin saja," pungkas politisi Partai Amanat Nasional itu. ***
www www