Begini Kronologis Kasus Pemukulan Operation Head PT Pertamina TBBM Teluk Kabung Padang Oleh Sekelompok Orang

Begini Kronologis Kasus Pemukulan Operation Head PT Pertamina TBBM Teluk Kabung Padang Oleh Sekelompok Orang
Ilustrasi
Selasa, 07 Juni 2016 22:19 WIB
Penulis: Daniel
JAKARTA - Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan tindak premanisme terjadi di salah satu objek vital nasional, yang merupakan fasilitas dilindungi negara, pada hari ini, Selasa (07/06/2016) pukul 13.15 WIB. Lokasi kejadian terjadi di areal filling point yang merupakan ring satu TBBM.

Sebagaimana diketahui, TBBM Pertamina Teluk Kabung Padang, termasuk objek vital nasional (Obvitnas) yang merupakan aset yang dikelola Pertamina dan dilindungi oleh negara berdasarkan regulasi.

Namun, sebut Wianda, tindakan premanisme yang terjadi di TBBM Teluk Kabung dan penganiayaan yang dilakukan para preman yang masuk dan membuat tindak kriminal di areal Obvitnas merupakan tindakan melampaui batas.

Untuk itu, kami memutuskan untuk menutup operasi TBBM Teluk Kabung sampai dengan adanya jaminan keamanan dan juga tindakan hukum yang tegas kepada para pelaku,” tegas Wianda dihubungi GoSumbar.com, Selasa malam di Jakarta.

Ads
Mantan presenter Metro Tv ini juga menyebutkan kronologis kejadian pemukulan yang beerujung rusuh ini.

Bermula dari kontrol yang dilakukan oleh Operation Head (OH) TBBM Teluk Kabung pada 13.00 WIB ke lapangan dan menemui orang yang tidak dikenal dan tanpa identitas.

OH menegur dan menanyakan identitas dari orang tidak dikenal tersebut, namun yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan identitasnya sehingga OH memintanya untuk keluar dari area Obvitnas, namun mendapatkan perlawanan sebelum berhasil diamankan oleh petugas sekuriti.

Namun, sekitar pukul 13.15 WIB, sekumpulan orang tidak dikenak datang menyerbu filling shed dan menyerang  OH dan terjadi tindak penganiayaan.

“Seketika operasional penyaluran mobil tangki dan kegiatan kapal dihentikan seluruhnya. Sampai dengan saat ini TBBM Teluk Kabung belum beroperasi menunggu situasi lebih kondusif,” tutup Wianda. ***
Editor : Calva
Kategori : Gonews Group, Hukrim
www www