Fakta-fakta Pasutri Pertontonkan Hubungan Intim ke 7 Bocah, Anak Pelaku Ikut Saksikan

Fakta-fakta Pasutri Pertontonkan Hubungan Intim ke 7 Bocah, Anak Pelaku Ikut Saksikan
Pasutri yang pertontonkan adegan hubungan intim ke sejumlah bocah diperiksa polisi. (tribunnews.com)
Rabu, 19 Juni 2019 17:45 WIB
TASIKMALAYA - Warga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dihebohkan ulah ES (24) dan LA (24), pasangan suami istri (pasutri), yang mempertontonkan adegan hubungan intim mereka ke sejumlah bocah.Dikutip dari tribunnews.com, aksi tak senonoh itu beberapa kali dilakukan mereka bulan Ramadan lalu. Berikut fakta-faktanya:

1. Cerita ke guru mengaji

Kelakuan tak pantas keduanya diketahui setelah seorang anak menceritakan kejadian itu kepada seorang guru ngaji di kampung itu.

Ads
Miftah Farid selaku guru mengaji yang mengadukan kejadian tersebut pada KPAID berharap para pelaku bisa segera ditindak sesuai hukum yang berlaku.

''Kami sudah melaporkan ke kepolisian dan meminta pendampingan proses hukum dan meminta pendampingan pemulihan psikis anak-anak dari KPAID Kabupaten Tasikmalaya,'' katanya saat datang ke Kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya.

2. Termasuk anak pelaku

Berdasarkan informasi yang didapat dari KPAID Kabupaten Tasikmalaya ada 7 bocah yang menjadi korban perbuatan tidak pantas pasutri tersebut.

''Termasuk anaknya mereka yang seusia dengan anak yang lainnya,'' ujar Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto saat ditemui Selasa (18/6/2019).

Untuk bisa menyaksikan secara langsung adegan dewasa itu, anak-anak yang rata-rata masih berusia di kisaran 12 tahun dikabarkan dikenai tarif yang beragam.

''Saat ini anak-anak belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Tapi menurut pengakuan seorang anak katanya ada bayar pakai uang di kisaran Rp5 ribu sampai Rp10 ribu, pakai rokok, atau mie instan,'' tuturnya.

Apakah para anak itu dipaksa atau tidak untuk menyaksikan adegan ranjang itu, Ato mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman.

Dampak Buruk bagi Anak-anak

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan psikolog Anjali Chhabria, seperti dikutip dari Tribunnews.com, menonton adegan mesum atau adegan seks suami istri, dapat menggangu perkembangan anak dan identitas.

Disebutkan, mengetahui tentang seks melalui pornografi dapat merusak pikiran anak dan memberi ide yang tidak sehat tentang seks.

Ketika mereka tumbuh dewasa, mereka mengharapkan kehidupan seks mereka menjadi serupa dengan pornografi yang mereka tonton.

Selain itu, ini dampak buruk pornografi pada anak setelah dewasa yaitu dapat mendorong anak untuk bertindak seksual terhadap anak-anak lainnya.

Anak-anak sering meniru apa yang mereka lihat, baca, atau dengar.

Studi menunjukkan, paparan pornografi dapat mendorong anak-anak untuk bertindak secara seksual terhadap anak yang lebih muda, baik saat masih remaja maupun dewasa.

Selama periode kritis tertentu masa kanak-kanak, otak anak sedang diprogram untuk orientasi seksual. Selama periode itu, pikiran berkembang tentang bagaimana orang akan terangsang dan tertarik.

Paling penting bagi orang tua adalah bersikap terbuka tentang topik pornografi dan seks, mereka harus bebas untuk mendiskusikan dan membawa topik tersebut dengan anak-anak mereka.

Menjelaskan bahwa ada beberapa hal tentang seks yang tidak boleh mereka tahu sebelum dewasa.

Anjali menambahkan, orang tua juga harus memeriksa tanda-tanda kecanduan pornografi pada anak seperti anak berada di ruangan dalam waktu lama dengan pintu dikunci.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww