Melintasi Pasaman Barat, Pemudik Diimbau Waspadai Sejumlah Titik Rawan Longsor

Melintasi Pasaman Barat, Pemudik Diimbau Waspadai Sejumlah Titik Rawan Longsor
Ilustrasi jalan longsor. (tribunnews)
Minggu, 26 Mei 2019 13:12 WIB
SIMPANGEMPAT - Para pemudik yang melintasi jalur lintas di wilayah Pasaman Barat, Sumatera Barat, diimbau mewaspadai sejumlah titik rawan longsor.''Pasaman Barat rawan longsor. Pemudik tetap harus waspada karena longsor bisa datang secara tiba-tiba,'' kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Tri Wahluyo di Simpang Empat, Ahad (26/5), seperti dikutip dari bisnis.com.

Dijelaskannya, sejumlah titik rawan longsor terdapat di dua kecamatan, yakni di daerah Pasanggiang dan Sinuruik Kecamatan Talamau serta di Rabijonggor, Kecamatan Gunung Tuleh.

''Khusus di Kecamatan Talamau memang sangat rawan longsor karena terdiri dari daerah perbukitan. Apalagi daerah Talamau merupakan jalur mudik dari Kabupaten Pasaman dan dari Medan, Sumatera Utara,'' jelasnya.

Ads
Ia menyebutkan, selain di Pasanggiang dan Sinuruik, titik yang rawan longsor berada di sepanjang daerah lubang Jepang, kelok kaco sampai ke daerah Talu.

''Di sepanjang jalan sekitar enam kilometer itu merupakan daerah perbukitan yang sangat rawan longsor. Pemudik diminta hati-hati melalui jalur itu,'' ujarnya.

Untuk itu pihaknya menyediakan lima orang personel selama libur lebaran nanti. Namun jika ada bencana maka personel tambahan akan turun ke wilayah bencana.

Sedangkan penyediaan alat berat sebagai antisipasi longsor akan disiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pasaman Barat.

''Anggota nanti siaga 24 jam beserta peralatan yang ada seperti tenda, mobil operasional, kapal, perahu, alat selam dan lainnya,'' katanya, tulis Antara.

Ia mengharapkan masyarakat bisa memberikan informasi secepatnya jika terjadi bencana.

Tri menjelaskan, Pasaman Barat secara geografis rawan longsor karena merupakan  daerah perbukitan dan memiliki sejumlah sungai besar.

''Sikap waspada selalu harus diperlukan karena bencana datang secara tiba-tiba,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:bisnis.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww