Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Presiden Jokowi Resmikan 8 Pembangkit Portabel 500 MW Rp 8 Triliun, Termasuk di Duri

Presiden Jokowi Resmikan 8 Pembangkit Portabel 500 MW Rp 8 Triliun, Termasuk di Duri
Joko Widodo saat meresmikan 8 Mobile Power Plant (MPP)
Sabtu, 18 Maret 2017 23:37 WIB
JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ( Jokowi), hari ini, meresmikan 8 Mobile Power Plant (MPP) tersebar dengan total kapasitas 500 MegaWatt (MW). Acara peresmian ini dipusatkan di MPP Mempawah 4 x 25 MW yang terletak di Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Pontianak. Dari 8 pembangkit itu, salah satunya di Balai Pungut, Duri, Riau.Pembangungan keseluruhan proyek tersebut menelan biaya lebih dari Rp 8 triliun. Kedelapan pembangkit listrik tersebut merupakan program 35.000 MW.

Dalam peresmian tersebut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa PLN berhasil menepati komitmen penyelesaian pembangunan MPP. "Saat saya kemari, saya tanyakan kapan MPP ini akan selesai, pak Dirut PLN menjanjikan kepada saya 6 bulan, dan beliau berhasil buktikan hal tersebut, PLN berhasil buktikan hal tersebut," kata Presiden Jokowi dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/3).

loading...
Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa listrik merupakan elemen yang sangat penting bagi pembangunan Indonesia. "Tidak akan ada pabrik, investor dan pembangunan lainnya jika tidak ada listrik, padahal berbagai investasi tersebut berpeluang menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu kecepatan ini sangat dibutuhkan, dan PLN berhasil mewujudkannya," terangnya.

Ads
Presiden Jokowi juga berpesan agar pasokan gas untuk pembangkit listrik MPP Pontianak agar diprioritaskan.

Adapun ke 8 MPP yakni :
1. MPP Jeranjang- Lombok dengan kapasitas ( 2 x 25 MW) yang telah beroperasi sejak tanggal 27 Juli 2016.
2. MPP Air Anyir- Bangka dengan kapasitas (2x25 MW) beroperasi sejak 13 september 2016
3. MPP Tarahan lampung (4x25 MW) beroperasi sejak 29 september 2016
4. MPP Nias (1x25 MW) Mulai beroperasi pada 31 oktober 2016
5. MPP Balai Pungut-Riau dengan kapasitas (3x25 MW) mulai beroperasi sejak 13 November 2016
6. MPP Suge-belitung (1x25 MW) mulai beroperasi pada 22 November 2016
7. MPP Paya Pasir-Medan berkapasitas (3x25 MW) mulai beroperasi sejak 9 desember 2016.
8. MPP Pontianak kapasitas (4x25 MW) mulai beroperasi pada 8 November 2016.

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, mengatakan peresmian 8 unit pembangkit listrik tenaga gas ini merupakan bukti komitmen PLN dalam percepatan program 35.000 MW dalam peningkatan ratio elektrifikasi tanah air sebesar 99,7 persen pada 2019.

"Kami berharap dengan adanya 8 tambahan MPP tersebar berkapasitas total 500 MW ini bisa menambah keandalan sistem kelistrikan terutama di NTB, Sumatera Utara, Lampung, Bangka Belitung, Pekanbaru Riau serta kalimantan Barat," ujar Sofyan Basir.

Sejalan dengan peresmian ini, PLN juga telah berhasil menyelesaikan pembangunan Infratruktur kelistrikan di Kalimantan Barat yakni:

1. PLTU ketapang 2x10 MW
2. SUTT 150 kV Parit Baru Kota Baru sepanjang 44 kms
3. SUTET 275 kV bengkayang-Jagoibabang sepanjang 162 kms
4. SUTT 150 kV Singkawang-Bengkayang sepanjang 140 kms
5. SUTT 150 kV Singkawang- Sambas sepanjang 118 kms
6. GI 150 kV Kota Baru dengan daya 30 MVA
7. GI 150 kV Sambas dengan daya 30 MVA
8. GITET 275 kV bengkayang 2x250 MVA
9. GI 150 kV Bengkayang sebesar 30 MVA

Khusus untuk sistem Khatulistiwa dengan penambahan MPP Pontianak sebesar 100 MW kini total daya mampu di sistem khatulistiwa mencapai 426 MW dengan beban puncak 300 MW.

"100 MW untuk sistem khatulistiwa artinya bisa memberi peluang penyambungan listrik untuk 120.000 pelanggan baru," jelasnya. ***

Editor : Hermanto Ansam
Kategori : SerbaSerbi
www www