22 Januari, Mata Dunia Bakal Tertuju pada Bali

22 Januari, Mata Dunia Bakal Tertuju pada Bali
Bali
Selasa, 17 Januari 2017 14:12 WIB
BALI - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meyakini kultur Bali akan selalu menjadi magnet yang sulit ditandingi oleh destinasi manapun di dunia. Karena prosesi dan tradisi budaya di Bali sudah dijalankan secara konsisten oleh masyarakat dengan penuh penjiwaan.

"Jadi, daya tarik culture-nya sangat kuat, dikombinasi dengan nature yang keren. Kekuatan culture Bali itulah yang terus dipromosikan di mancanegara," kata Menpar melalui keterangan pers tertulis, Selasa, 17 Januari 2017.

Khusus Bali, lanjut Arief Yahya, komposisi ketertarikan turis berwisata ke Pulau Dewata adalah 60% budaya, 35% alam, dan 5% karya cipta tangan-tangan kreatif orang. Dan akan ada momentum bagus, di 22 Januari 2017 nanti, yang selalu menjadi atraksi yang mengundang rasa ingin tahu wisatawan mancanegara (wisman). Yakni, ritual pembersihan diri Banyu Pinaruh di sejumlah pantai indah di Bali.

Kearifan lokal ini dipastikan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Kepala Dinas Pariwisata Bali AA Gede Yuniartha Putra mengatakan, kearifan lokal memang acap kali menjadi daya tarik bagi wisata di Bali.

"Masyarakat akan memadati pantai sejak pukul 05.30 WITA, menjelang matahari terbit, sebagai perlambang menyongsong energi dan semangat baru. Ini justru menarik karena akan ada ritual yang dilaksanakan dengan indah dan bisa dinikmati saat matahari terbit," ujar Agung.

Lebih lanjut Agung mengatakan, selain pantainya yang indah, Bali juga terkenal dengan kearifan lokal, adat dan budayanya yang kental. Kata Agung, Banyu Pinaruh merupakan tradisi umat Hindu di Bali yang melakukan pembersihan badan atau mandi di sumber-sumber air atau di laut.

Banyu Pinaruh dilaksanakan setelah perayaan hari raya Saraswati, yang jatuh pada hari Minggu menurut pawukuan Hindu. Pada setiap perayaan Banyu Pinaruh, umat Hindu biasanya menghaturkan sesajen serta melakukan persembahyangan di pinggir pantai atau sumber air lainnya.

"Kemudian baru melakukan pembersihan badan dengan mandi di pantai atau sumber air lainnya. Setelah selesai melakukan pembersihan badan, dilanjutkan dengan prosesi kum-kuman. Kum-kuman ini terdiri dari air bunga yang dibasuhi ke wajah serta badan kita. Wisatawan biasanya ikut berbaur dan foto-foto. Silahkan datang, menarik untuk disaksikan," katanya.

Pria bertubuh tegap itu mengatakan, wisata bahari di Bali akan selalu menjadi tempat recommended untuk dikunjungi. Semua wisatawan domestik maupun mancanegara pun berbondong-bondong untuk mencari tempat wisata bahari di Bali.

Bali terkenal dengan pantai-pantainya yang indah, salah satu pantai yang terkenal di Bali adalah Pantai Kuta. Banyak juga pantai indah lainnya, seperti Pantai Pandawa, Melasti, Sanur, dan Pantai Nusa Dua.

"Dalam acara Banyu Pinaruh juga nanti ada acara meminum racem. Racem merupakan minuman tradisional Bali yang juga disukai Wisman. Ritual Banyu Pinaruh ini sangat menarik dan memang kami terapkan sebagai wisata kearifan lokal. Selain dapat mengenal adat dan budaya lokal, bisa mengenal alam bahari di sekitar kita terutama pantai," ujar Agung.

Kata Agung, inti dari ritual ini adalah pembersihan diri melalui sumber-sumber air yang ada. Diharapkan wisata bahari Banyu Pinaruh ini menjadi wisata yang sarat makna. Selain dapat melestarikan warisan tradisi lokal, juga bisa menjadi sarana relaksasi bagi wisatawan yang menikmatinya.




Ads
Editor:Sisie
Sumber:dream.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww