Demo Mabes Polri, Ini 6 Tuntutan dan Pernyataan Sikap FPI

Demo Mabes Polri, Ini 6 Tuntutan dan Pernyataan Sikap FPI
Demo Mabes Polri
Senin, 16 Januari 2017 14:30 WIB
JAKARTA – Ribuan orang menamakan diri Laskar Pembela Islam (LPI), organisasi sayap Front Pembela Islam (FPI), berdemonstrasi ke Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta. Dalam orasinya di depan Gedung Baharkam Polri, massa menyampaikan pernyataan sikap berisi enam tuntutan.Di atas mobil komando, Imam Besar FPI Habib Rizieq menyampaikan tuntutan itu lewat orasinya. "Kita melaporkan berbagai peristiwa ke Mabes Polri untuk penegakan hukum dan keadilan. Banyak ulama dan kiai kita langsung diproses polisi. Kami minta laporan umat islam juga diproses juga," katanya, Senin (16/1/2017).

Habib Rizieq meminta agar Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan dicopot dari jabatannya dan diproses oleh Divisi Propam Mabes Polri. Anton dituding telah mengerahkan ormas Gerakan Masa Bawah Indonesia (GMBI) untuk menyerang mereka di Bandung.

"Supaya jangan ada oknum jenderal yang menyerang ulama menggunakan preman. Kami datang menegakkan hukum. Kapolda Jabar harus diproses Propam. Kami minta Kapolri berhentikan Kapolda Jabar," ujar Rizieq.

Ads
Kedua mereka meminta Mabes Polri agar menangkap dan menahan Ketua Umum GMBI yang dituding menyerang santri. Ketiga, massa meminta agar penghadang Wakil Sekjen MUI Tengku Zulkarnain di Bandara Susilo Sintang, Kalimantan Barat, diproses hukum.

Selain itu, mereka juga melaporkan Megawati Soekarnoputri dengan dugaan menistakan agama. "Kita minta Megawati diperiksa," katanya.

FPI juga melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke polisi karena diduga memalsukan ijazah. Sukmawati sebelumnya melaporkan Habib Rizieq ke polisi atas tuduhan melecehkan Pancasila dan Proklamator RI Sukarno.

"Sukmawati melanggar KUHP dengan hukuman penjara enam tahun. Masa Sukmawati enggak diproses sementara Rachmawati yang cinta Tanah Air diproses, hidup Bung Karno, ganyang pemalsu ijazah, ganyang penista agama, takbir," kata Rizieq.

Massa juga melaporkan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan ke Divisi Propam Polri karena diduga menghasut FPI saat demo 4 November 2016. "Apakah jenderal boleh adu domba. Kapolda Metro dan Kapolda Jabar kita lapor Propam. Kita dukung Polri untuk bersihkan Polri dari premanisme bagus tidak?" katanya.

Editor:Sisie
Sumber:okezone.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww