Antara Putu Bambu dan Semboyan Ada Harga ada Rupa

Antara Putu Bambu dan Semboyan Ada Harga ada Rupa
Jailani, pemilik putu bambu Jay Bakery
Jum'at, 13 Januari 2017 14:43 WIB
BELAWAN- Malam hari, kota Belawan turut bersinar. Jajanan malam pun mudah didapat. Salah satu yang paling populer adalah Putu Bambu Jay Bakery yang berada di Jalan Veteran Belawan.Jailani (60) pemilik Putu Bambu Bakery Jay sudah mulai jualan putu bambu sejak tahun 1973. Awalnya ikut orang tuanya yang merupakan perantauan dari Padang Pariaman. Pengalaman mengolah putu yang sudah puluhan tahun membuatnya semakin ahli, cita rasanya mencuri perhatian peminat kue yang dibuat dari tepung beras itu.

“Putu bambu itu itu akan semakin enak ketika dibuat dari beras yang bermutu,”bebernya seraya mengatakan ia menggunakan beras ramos kualitas nomor 1. “Ada rupa, ada harga,”ucapnya.

Perharinya Jay, demikian sapaan akrabnya, membutuhkan 5 hingga 7 kg beras untuk diolah menjadi tepung sebagai bahan pembuat putu bambu dan putu mayong.

Caranya adalah beras yang sudah dicuci bersih, direndam sebentar ditumbuk. Ia menggunakan mesin penggiling mie. Tepung dikukus, diayak dan diberikan garam. Selanjutnya tepung dicetak ke dalam cetaan yang terbuat dari bamboo buluh. Didalam putu itu diselipkan  gula merah.

Usai dicetak, ia dimasak dengan cara penguapan dari kukusan. Saat dikukus mengeluarkan suara dan itu menandakan di tempat tersebut ada putu bambu. Saat dipesan, putu bambu disajikan dengan taburan kelapa parut. Perporsi putu bambu yang terdiri dari 3 potong dijual Rp5000.

Putu mayong juga tidak kalah nikmat. Putu mayong dicetak hingga membentuk mirip sarang laba-laba. Ia juga dinikmati dengan taburan kelapa parut dan gula pasir. Perporsi putu mayong dijual Rp5 ribu untuk 3 buah. Putu bambu  Jay Bakery buka sejak pukul 14.00 hingga tengah malam.
Ads
Editor:Sisie
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww