Cerbung Titipan Doa Seorang Kekasih

Tahajud Dalam Cinta (2)

Tahajud Dalam Cinta (2)
Titipan Doa Seorang Kekasih
Senin, 09 Januari 2017 10:27 WIB
Penulis: Syarifuddin Kasem

Maka malam itu, habis Magrib, Rival sudah duduk di depan Pesantren, tempat Syarief dan Aisya belajar. Tak lama kemudian Aisya pun datang, ia tersenyum melihat Rival, yang bangun dan mendekatinya, maka Aisya pun berhenti dan mencoba menyambut kehadiran Rival dengan senang hati.

“Ada apa kak Rival?” tanya Aisya

“Eumm begini, yang pertama kakak sampaikan salam dari kak Syarief untuk…”

Aisya mendengar nama Syarief, membuatnya benci, sehingga senyuman di wajahnya berubah, ia cepat-cepat masuk ke pesantrennya. Sementara Rival tercengang melihat Aisya yang pergi begitu saja, sedangkan kata-kata yang ingin ia sampaikan belum habis.

Ads
Maka ia juga tidak menunggu lama, ia langsung melangkah kakinya untuk pergi belajar di tempat belajarnya. Dalam perjalanannya menuju tempat belajarnya, ia bertemu dengan Syarief yang sedang berjalan menuju pesantrennya untuk mengajar, ia berdiri di depan Syarief.

“Sudah ketemu sama Aisya?” tanya Syarief.

“Sudah!” jawabnya, dengan wajah yang aneh, sambil menggaruk kepalanya.

Syarief tersenyum, “Kenapa?” tanyanya lagi.

Rival mengangkat kedua bahunya, dan menadah kedua tangannya, bertanda tidak ada hasil apa-apa, lalu Rival pun pergi.

“Hai… kenapa?” tanya Syarief lagi.

Rival berhenti dan menoleh ke arah Syarief, lalu ia berkata “Aisya dengar nama kakak aja, dia sudah pergi, padahal kata-kata Rival belum habis.”

“Yasudah gak papa.” jawab Syarief.

Rival melanjutkan langkahnya menuju tempat belajarnya dengan pikirannya yang gak habis pikir dengan sikap Aisya tadi. begitu pula Syarief, ia juga melangkah ke pesantrennya untuk mengajar, apa lagi waktu sudah terlambat.

Kategori:SerbaSerbi
wwwwww