Ratusan Ribu Pelanggan Listrik Rumah Tangga Dikenai Tarif Baru

Ratusan Ribu Pelanggan Listrik Rumah Tangga Dikenai Tarif Baru
Ilustrasi (Google)
Kamis, 05 Januari 2017 07:13 WIB
SEMARANG - Sebanyak 554.000 rumah tangga mampu (RTM) dari sekitar 3,3 juta pelanggan rumah tangga golongan R1 atau 900 Volt Ampere (VA) di wilayah Jawa Tengah dikenai tarif keekonomian per 01 Januari 2017.Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah - DIY Ardian Sakti mengatakan, penyesuaian tarif bagi RTM pengguna 900 VA ini merupakan tahap pertama pada 1 Januari 2017 hingga 28 Februari 2017.

"Dasarnya adalah Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 28 Tahun 2016. Tujuannya agar subsidi listrik benar- benar tepat sasaran dan dinikmati oleh rumah tangga yang berhak," kata Ardian Sakti, Rabu (04/01/2017).

Ia menjelaskan, dalam konteks ini, RTM adalah pelanggan rumah tangga dari ekonomi mampu, tetapi masih menggunakan listrik bersubsidi pemerintah atau golongan R1. Oleh karena itu, para pelanggan RTM ini sudah dikenai tarif keekonomian.

Penyesuaian tarif keekonomian ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap I terhitung mulai 01 januari 2017 hingga 28 Februari 2017. Tahap II mulai 01 Maret 2017 hingga 30 April 2017.

Adapun penyesuaian tarif tahap III (tanpa subsidi sama sekali) akan berlaku mulai 1 Mei 2017.

"Sehingga mulai 01 Juli 2017, pelanggan golongan R1 sudah akan dikenakan penyesuaian tarif otomatis setiap bulan seperti 12 golongan tarif non subsidi lainnya," kata Ardian.

Melalui skema penyesuaian ini, secara bertahap tarif prabayar pelanggan RTM 900 VA akan mengalami penyesuaian dari Rp 605 per kWh menjadi Rp 791 per kWh mulai 01 Januari 2017.

"Selanjutnya mengalami penyesuaian menjadi Rp 1.034 per kWh mulai 01 Maret 2017 dan Rp 1.352 per kWh mulai 01 Mei 2017 dan seterusnya," jelasnya.

Jumlah pelanggan 900 VA RTM di Jawa Tengah ini merupakan rekomendasi dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). PLN bertindak sebagai penerima rekomendasi.


Berdasarkan data TNP2K, jumlah rumah tangga pelanggan R-1/ 900 VA di Jawa Tengah mencapai 3,3 juta. Setelah dilakukan penggolongan lagi, jumlah pelanggan R-1/ 900 VA- RTM mencapai 554.000 pelanggan.

"Bila ada pelanggan yang tak mampu tetapi tidak mendapat subsidi listrik (setelah pemberlakuan ini), disarankan untuk menghubungi pihak desa, kelurahan masing- masing untuk diakomodir dalam golongan R-1/ 900 VA," kata dia.

Berhemat

Penyesuaian tarif listrik ini disikapi oleh para pelanggan dengan melakukan efisiensi penggunaan listrik.

Joko Susilo Wardoyo, warga Desa Gogik, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, misalnya, mulai membiasakan mengurangi kebiasaan menonton siaran televisi (tv) di rumah.

Selain itu, dia juga telah menyarankan kepada istrinya untuk mengatur waktu menyetrika pakaian. Setiap bulan, Joko rata-rata mengeluarkan Rp 70.000 untuk kebutuhan listrik.

"Sekarang kurangi nonton TV, tidak kurang dari tujuh jam. Istri kalau setrika baju juga sekalian (banyak), tidak sedikit-sedikit setrika," kata Joko.

Joko mengaku mendapat informasi soal kenaikan tarif listrik 900 VA dari kepala desanya. Informasi tersebut disampaikan secara lisan sekitar November 2016 dan melalui selebaran pada perkumpulan RT pada Desember 2016. (*)

Ads
Editor:Sisie
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww