Biadab..! Wanita Serta Anak-anak Rohingya Dikurung dan Dibakar Hidup-hidup

Biadab..! Wanita Serta Anak-anak Rohingya Dikurung dan Dibakar Hidup-hidup
Minggu, 20 November 2016 02:19 WIB
JAKARTA - Dikurung dan dibakar hidup-hidup, demikian nasib sekelompok 30 wanita dan anak-anak Rohingya yang menjadi korban kekejaman baru militer Myanmar di negeri Rakhine, Sabtu (19/11/2016).

Perbuatan keji dan tidak manusiawi justru dilakukan pemerintah yang seharusnya melindungi masyarakat. Tragedi itu terjadi di Kampung Yay Khae Chaung Khwa Sone, di utara Maungdaw. Para tentara memperlihatkan tindakan biadabnya terhadap etnis Rohingya Islam yang diperlakukan layaknya hewan.

Blog RB News yang mengutip pernyataan penduduk lokal melaporkan, korban yang dikurung sempat mencoba melarikan diri namun gagal melakukannya dan justru dibakar hidup-hidup.

Menurut Organisasi Arakan Rohingya Nasional, itu hanyalah sebagian dari penderitaan yang ditanggung oleh etnis minoritas yang sebelumnya juga menjadi sasaran tentara serta warga Buddha bulan lalu.

Ads
Organisasi itu mengutuk sekeras-kerasnya upaya penghapusan bangsa Rohingya yang dilakukan pemerintah dalam berbagai bentuk termasuk pembantaian, pemerkosaan dan merampas harta penduduk.

Jelas badan tersebut, tentara Myanmar turut menggunakan helikopter, artileri dan tank ketika menggempur desa-desa etnis Rohingya. "Mereka yang mencoba melarikan diri akan dikepung dan ditembak menggunakan senapan mesin di sawah-sawah dan sungai,"

"Antara desa yang menjadi sasaran militer adalah Myaw Taung, Dargyizar, Yekhechaung Kwasone, Pwinpyu Chaung, Thu Oo La, Longdun, Kyin Chaung dan Wabaek di utara Maungdaw," jelas pernyataan badan itu.

Organisasi Arakan Rohingya National menginformasikan, sejak ketegangan meletus di Rakhine pada 9 Oktober lalu, angka korban warga Rohingya kini mencapai 350 orang sementara 300 lainnya terluka.

"Banyak gadis dan wanita diperkosa sementara pria pula ditahan tanpa alasan kuat," menurut badan tersebut.

Selain itu, sebanyak 3.500 unit rumah dibakar atau dimusnahkan, mengakibatkan setidaknya 30.000 penduduk kehilangan tempat tinggal.

Memperkuat dakwaan itu, staf badan amal dan pemerintah Bangladesh memperkirakan, sebanyak 500 warga Rohingya dari Rakhine telah menyeberang ke negara tersebut sejak bulan lalu.

Mereka kini ditempatkan di empat kamp dekat perbatasan Bangladesh-Myanmar. Namun, penjaga perbatasan Bangladesh kemarin terpaksa menolak masuknya sekelompok besar pengungsi Rohingya ke negara itu.

"Sebanyak 86 warga Rohingya mencoba memasuki Bangladesh di Teknaf awal pagi semalam dengan naik perahu. Mereka terpaksa diusir, "kata pejabat pemerintah militer di Cox s Bazar di timur Bangladesh, Letnan Kolonel Anwarul Azim.

Reuters melaporkan, kelompok pelarian itu tidak mungkin mundur ke desa mereka yang masih dipenuhi tentara Myanmar. ***
Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Utusan Online Malaysia
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww