Menangis, Bocah 4 Tahun Tewas Dicekik Pengasuh

Menangis, Bocah 4 Tahun Tewas Dicekik Pengasuh
Ilustrasi. (okezone)
Minggu, 18 September 2016 20:46 WIB
PONTIANAK - Peristiwa ini perlu menjadi pelajaran bagi para orangtua yang mempercayakan anak balitanya kepada pengasuh. Seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun bernama Lorenzo Fernando alias Nando di Kota Singkawang tewas karena dicekik pengasuhnya, Yul (24).

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Kombes Suhadi SW menyatakan, peristiwa tragis itu terjadi Minggu (1/9) lalu, di rumah pelaku di Jalan Pulau Natung No 53 B RT17/RW 7, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat. ''Ketika itu korban rewel, menangis ingin buang air besar, sementara pelaku Yul (perempuan) sedang menikmati rokok," kata Suhadi SW di Pontianak, Minggu.

Kemudian pelaku membuka baju korban dan diantar ke kamar mandi, ketika di kamar mandi korban masih rewel, akhirnya pelaku menyulut tangan kiri korban dengan rokok sebanyak dua kali dengan harapan korban diam tidak menangis lagi.

"Karena anak-anak disulut rokok tangannya, nangisnya semakin keras karena merasa kesakitan. Untuk menghentikan tangisnya pelaku Yul mencekik leher korban dengan posisi tangan kanan pelaku di depan dan tangan kiri di belakang, selang beberapa menit korban langsung terjatuh membentur lantai kamar mandi dan korban terdiam," ungkapnya.

Ads
Selanjutnya pelaku Yul menyiram korban dengan air menggunakan gayung sebanyak tiga kali supaya korban bangun, namun ternyata korban tidak sadarkan diri, sehingga pelaku panik dan lari keluar rumah sebentar, kemudian masuk lagi ke rumah dan membawa korban ke rumah sakit Harapan Bersama Singkawang, namun jiwa korban sudah tidak tertolong dan meninggal dunia.

Menurut Suhadi, berdasarkan pemeriksaan awal autopsi tubuh korban ditemukan adanya tanda tanda lebam di bagian leher, ada bekas luka sulutan rokok sebanyak dua titik di lengan sebelah kiri, ada tanda merah di atas kemaluan, ada bekas lebam di bagian tulang rusuk sebelah kiri dan penyebab kematian korban karena kekurangan oksigen.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini pelaku Yul diamankan Mapolres Singkawang," katanya.

Menurut Kabid Humas Polda Kalbar pengungkapan kasus ini agak terlambat, sepekan baru terungkap, karena pihak Polres Singkawang menunggu kedatangan orang tua korban yang sedang bekerja di Malaysia, dan setelah orang tua korban mengizinkan pihak kepolisian untuk melakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian korban, akhirnya polisi bertindak cepat berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk melakukan autopsi dan hasilnya penyebab kematian korban Lorenzo Fernando alias Nando karena kekurangan oksigen.

Bertitik tolak dari hasil autopsi itulah polisi langsung melakukan interogasi kepada pelaku Yul, dan akhirnya ia mengakui telah membunuh korban karena Rewel mengganggu pelaku menikmati rokok.***
Editor:sanbas
Sumber:inilah.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww