2 Hari Setelah Dilahirkan, Begini Kondisi Bayi Perempuan Berkepala 2 di Gresik

2 Hari Setelah Dilahirkan, Begini Kondisi Bayi Perempuan Berkepala 2 di Gresik
Bayi perempuan berkepala 2 di Gresik. (tribunnews)
Rabu, 10 Agustus 2016 12:03 WIB
GRESIK - Sri Wahyuni (33), melahirkan bayi perempuan berkepala dua di RSUD Ibnu Sina, Gresik, Jawa Timur, Selasa (9/8). Pada Rabu, Sri Wahyuni sudah dipindahkan dari ruang rawat inap ke ruang lain.

"Sudah dipindahkan ke ruang lain. Kemarin," ujar Dianto, suami Sri Wahyuni, Rabu (10/8/2016).

Sampai saat ini kondisi warga Jalan Kapten Darmo Sugondo, Kelurahan Indro, Kecamatan Kebomas, Gresik, ini dan bayinya masih dalam kondisi sehat.

"Ibunya sehat. Anaknya juga sudah dimandikan seperti biasanya," kata dr Endang Puspitowati, Direktur Utama RSUD Ibnu Sina usai menjenguk keluarga bayi.

Ads
Berkepala Dua

Sebelumnya diberitakan, seorang bayi berjenis kelamin perempuan terlahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina Gresik, Jawa Timur, dengan dua kepala, Selasa (9/8/2016).

Bayi tersebut buah cinta dari pasangan Dianto (32) dan Sri Wahyuni (33), anak kedua dari dua bersaudara. Saat ini, bayi tersebut masih dirawat secara intensif di ruang bersalin RSUD Ibnu Sina, di ruangan Neotology.

“Sebelum bayi kami lahir, saya sendiri tidak mendapat firasat apa-apa. Belum tahu kalau ibunya, karena mulai mengandung sampai lahir, ibunya nggak pernah cerita ke saya,” ungkap Dianto, Selasa (9/8/2016).

Sri Wahyuni, sang ibu bayi tersebut, sampai saat ini masih belum dapat dimintai keterangan karena masih shock mendapati bayinya terlahir dengan dua kepala.“Saya sendiri gembira bercampur kaget, saat diberitahu dokter pukul 09.00 WIB tadi, jika bayi yang dilahirkan istri berjenis kelamin perempuan, tapi dengan dua kepala,” jelasnya.

“Semoga saja, bayi putri kami akan baik-baik saja dan bisa normal seperti bayi-bayi yang lain. Sampai saat ini, kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari tim dokter yang ada di sini (RSUD Ibnu Sina),” tuturnya.

Dianto pasrah dengan kelahiran bayi yang tak normal itu.

“Mungkin ini yang sudah ditakdirkan Allah kepada saya dan keluarga. Sehingga saya mencoba untuk tetap menerimanya dan bersabar,” pungkasnya.

Dianto sendiri sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Perumahan Gresik Kota Baru (GKB). Sementara sang istri sebelumnya juga berprofesi sebagai penjual jus di lokasi yang sama.

Namun karena wilayah tersebut tengah direlokasi, maka ia dan istrinya tidak dapat lagi bekerja. ***
Editor:sanbas
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww