Jadi 'Mesin Uang' Oknum Pejabat BNN dan Polisi, Freddy Budiman 'Dibolehkan' Kendalikan Bisnis Narkoba dari Lapas?

Jadi Mesin Uang Oknum Pejabat BNN dan Polisi, Freddy Budiman Dibolehkan Kendalikan Bisnis Narkoba dari Lapas?
Freddy Budiman (baju putih). (detik.com)
Sabtu, 30 Juli 2016 12:23 WIB
JAKARTA - Sesaat sebelum gembong narkoba Freddy Budiman dieksekusi, masyarakat dikejutkan pengakuan koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar.Ia mengklaim adanya keterlibatan oknum pejabat Badan Narkotika Nasional (BNN) dan polisi dalam bisnis narkoba Freddy.

Haris mengetahui keterlibatan aparat dalam bisnis haram itu dari perbincangannya dengan Freddy saat berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan tahun 2014 lalu.

Tak hanya menyinggung keterlibatan oknum-oknum tadi, ia juga menyebut bahwa Freddy dijadikan 'mesin uang' semasa masih dapat mengendalikan bisnis narkoba di dalam lapas.

Ads
"Seperti yang saya ceritakan, ada dua kamera CCTV di ruang tahanan Freddy yang dicabut atas suruhan dua orang dari BNN. Sejak saat itu dia (Freddy Budiman) masih bisa operasikan bisnisnya di dalam lapas," ujar Haris di kantor KontraS, Senen, Jakarta Pusat.

Ditambah lagi, dengan dipindahkannya Kepala Lapas Nusakambangan saat itu Liberty Sitinjak ke daerah lain semakin memperkuat dugaan Haris.

"Pak Sitinjak itu kinerjanya bagus. Kalau sidak, yang diamankan bukan hanya satu keranjang senjata tajam dan telepon genggam dari para napi, tapi satu sampai dua lemari. Berarti kan dia bagus, kok dimutasi? Ini ada apa?" ujar Haris.

Sitinjak, kata Haris, adalah orang yang menemaninya berkeliling Lapas Nusakambangan pada saat dirinya mengadakan kunjungan pada tahun 2014 silam.

Sejak Freddy menceritakan kejadian itu, Haris mengaku terus memantau perkembangan Freddy di lapas.

"Waktu saya tahu kalau Freddy masih bisa melakukan bisnis di dalam lapas, logikanya ketemu kan? Ini Freddy dijadikan mesin ATM. Waktu itu rambut dia diwarnain (saat kasus bisnis narkoba Freddy dari dalam lapas terbongkar), sebelumnya hitam," ujar Haris.

Sebelumnya diberitakan, Freddy menjadi satu dari empat terpidana mati kasus narkoba yang dieksekusi mati di Lapas Nusakambangan dini hari tadi. Freddy, menjadi satu-satunya warga negara Indonesia yang dieksekusi mati tahap III.

Namun, jelang detik-detik eksekusi, Haris memposting tulisan yang mengejutkan jagad tanah air. Tulisan itu dimuat di akun resmi Facebook maupun Twitter KontraS. Kesaksian itu berjudul 'Cerita Busuk dari Seorang Bandit'. ***

Editor:ssanbas
Sumber:viva.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww