Wapres Jusuf Kalla Dimarahi Pelayan Kafe karena Tidak Puasa

Wapres Jusuf Kalla Dimarahi Pelayan Kafe karena Tidak Puasa
Jusuf Kalla
Sabtu, 25 Juni 2016 14:45 WIB

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (Pak JK) menceritakan pengalaman unik yang tak pernah dilupakan ketika dia berkunjung ke Spanyol di bulan puasa. Sebagai musafir, ia saat itu memang tak puasa, namun pelayan kafe justru memarahinya kenapa sebagai muslim tak puasa.

Pengalaman unik itu diceritakan JK di acara buka puasa bersama di Istana Wakil Presiden, Jl Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (24/6) yang berlangsung penuh keakraban.

Selain tuan rumah Wapres Jusuf Kalla, tampak hadir Presiden Joko Widodo, yang terlambat dari jadwal, kemudian Ketua DPD Irman Gusman, Ketua DPR Ade Komarudin, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro, dan Menko PMK Puan Maharani.

loading...
JK menceritakan, saat itu ia menempuh perjalanan jauh dari Amerika Serikat menuju Spanyol. JK memutuskan untuk tidak berpuasa karena berstatus sebagai musafir dengan perjalanannya cukup jauh.

Ads
Setibanya di Spanyol, JK diundang Duta Besar Indonesia ke rumahnya. Saat tiba, jarum jam menunjukkan pukul 17.00 waktu setempat. Sementara warga muslim di Spanyol berbuka puasa pada pukul 20.00.

Sebagai musafir, JK lantas meminta diantar ke sebuah kafe yang tidak jauh dari kediaman dubes RI. Di kafe tersebut, JK memesan kopi cappuccino.

Rupanya, Wapres JK ketahuan kalau dia seorang muslim. Sebab, JK satu-satunya pengunjung kafe yang mengenakan kopiah. Dia pun langsung diprotes pelayan kafe. “Anda Muslim ya. Belum waktunya berbuka,” ujar JK menirukan ucapan pelayan kafe kepadanya.

JK lantas menjelaskan kalau dirinya seorang musafir yang baru saja menempuh perjalanan jauh dari Chicago ke Madrid. “Anda dari mana, dari Indonesia. Ke sini naik apa, pakai pesawat. Ah, Anda bukan musafir karena tinggal duduk saja,” ucap JK menirukan pernyataan pelayan kafe yang disambut gelak tawa para peserta buka puasa.

Duta besar RI kemudian berusaha menjelaskan kepada pelayan kafe bahwa pria yang dia ajak berdebat itu merupakan Wakil Presiden Indonesia. Rupanya penjelasan yang disampaikan sang dubes justru membuat si pelayan kafe semakin ngotot untuk tidak membuatkan minuman apa pun kepada Wapres JK.

Pelayan kafe itu menilai, justru karena JK merupakan Wakil Presiden maka dia harus memberi contoh kepada yang lain. "Jadi ini pelajaran didapat justru di Madrid, bukan di Mekah,” tandas JK. ***

Editor:ridwan iskandar
Sumber:jpnn.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww