Tak Mau Hidup dalam Kebencian, Keluarga Korban Penembakan di Orlando Maafkan Pelaku

Tak Mau Hidup dalam Kebencian, Keluarga Korban Penembakan di Orlando Maafkan Pelaku
Terduga pelaaku teror di Orlando, Omar Mateen. (tempo.co)
Selasa, 14 Juni 2016 11:11 WIB
FLORIDA- Cesar Flores, ayah dari Mercedes Marisol Flores, perempuan 26 tahun yang tewas dalam insiden penembakan di Orlando, Florida memaafkan pelaku penembakan, Omar Mateen."Saya memaafkan pembunuh putri saya. Saya tidak bisa hidup dengan kebencian yang begitu besar," kata laki-laki asal Guatemala.

"Saya ingin Anda (Omar Mateen) lebih peduli pada anak Anda. Lihatlah situasi yang saya alami. Marilah hidup dalam damai dan saling mengasihi," kata Flores seperti dilansir The Guardian, Senin 13 Juni 2016.

loading...
Sambil menitikkan air mata, Flores mengatakan anak gadisnya sedang menempuh studi di Orlando Valencia Community College. "Mercedez, dia memiliki begitu banyak ide," kata Flores. Keluarga pindah ke kota Florida tengah Davenport dari New York sejak 2012.

Ads
Flores juga mengungkapkan bahwa putrinya telah meninggal bersama sahabatnya, Amanda Alvear, perempuan 25 tahun, seorang mahasiswa ilmu keperawatan yang tinggal di Davenport. "Dia  seorang gadis yang bahagia sepanjang waktu, ia  pekerja keras."

Saat ini, penyelidikan terhadap penembakan di Pulse Nightclub pada Ahad 12 Juni 2016 sedang berlangsung. Pihak berwenang telah mengidentifikasi penembaknya, yakni Omar Mateen dari Port St Lucie, Florida. Sebanyak 50 orang tewas dalam tragedi itu dan 53 orang lainnya terluka. Wali Kota Buddy Dyer telah menyatakan keadaan darurat di kota tersebut.***

Editor:sanbas
Sumber:tempo.co
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww