Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Beginilah Cara Menyiasati Keuangan di Bulan Puasa Ramadhan?

Beginilah Cara Menyiasati Keuangan di Bulan Puasa Ramadhan?
ilustrasi
Kamis, 09 Juni 2016 15:07 WIB

JAKARTA - Orang yang berpuasa, seharusnya pengeluarannya akan berkurang karena jatah makan siang sudah tak ada lagi. Tapi tak sedikit orang berpuasa yang justru pengeluarannya semakin membengkak. Nah, untuk menyiasatinya, beginilah caranya.

Menurut Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting, Eka Agustina, salah satu upaya untuk mengatasi kebocoran keuangan saat bulan puasa adalah dengan mengatur menu hari-hari dari 

buka sampai sahur. Karena biasanya kebocoran dana itu dari makanan. Misalnya karena kita tidak menyiapkan menu sebelumnya sehingga kita lebih sering jajan atau lapar mata.

Ia menyaranakan untuk browsing sebelumnya untuk menentukan menu apa saja yang akan disajikan. Lalu buat anggaran sederhananya.

Ads
''Kalau siang lapar mata, lihat gorengan, kolak, oke beli. Yang terjadi saat pulang banyak menu di meja, dan perut enggak kuat, jadi kita harus punya kontrol,'' ujarnya.

Dia menyarankan agar siapkan menu yang dibutuhkan metabolisme tubuh saja. Misalnya pilih beras merah. Jangan semua ada, tentukan pilihan, jangan lapar mata. Kalau buat menu dari awal, otomatis dengan cermat mau beli apa saja. Tidak lapar mata.

''Misalnya wah ada tomat bagus, kangkung bagus, lama-lama busuk di kulkas dan akhirnya dibuang dan berakhir di tong sampah,'' ujarnya.

Dalam menyusun menu, dia melanjutkan tidak perlu lama-lama. Cukup susun menu 10 kali buka, dan 10 kali sahur. Kemudian tinggal ulang setiap sepuluh hari. Sepuluh hari pertama, lanjut
10 hari kedua dan ketiga.

''Ini otomatis bikin kita jadi lebih hemat, karena dengan menyusun menu kita tahu barang apa saja yang mau dibeli,'' jelasnya kepada republika.co.id usai acara FUNancial Clinic dan
Cooking Class di Modena Experience Center, Jakarta, belum lama ini.

Selain itu, bisa juga menyiasati misalnya membeli daging yang akan dimasak berapa hari. Beli sejumlah yang diperlukan, kemudian simpan di kulkas agar tahan lama. Atau bisa juga
dibuat sebagai kaldu. ''Sehinga bujet disesuaikan dengan kemampuan,'' jelasnya.

Saran lainnya menurut Eka, gunakan bumbu-bumbu yang dibuat sendiri. Dibanding bumbu beli jadi, bumbu buatan sendiri kalau dilihat dari faktor kesehatan lebih bagus. Bahannhya pun lebih
terjamin. Sedangkan kalau bumbu jadi ada pengawet dan yang terpenting harga jauh lebih mahal.***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : republika.co.id
Kategori : SerbaSerbi
www www