Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Menurut Dude Herlino, 5 Oleh-oleh Khas Minang Ini Wajib Jadi Buah Tangan

Menurut Dude Herlino, 5 Oleh-oleh Khas Minang Ini Wajib Jadi Buah Tangan
ikan bilih (ilustrasi)
Senin, 30 Mei 2016 07:25 WIB
RANAH Minang bagi Dude Harlino (35) amat spesial. Selain alam dan budaya yang kaya, Minang dikenal dengan kulinernya yang lezat.''Saya tiga atau empat tahun sekali pulang kampung. Kekayaan budaya Minang itu luar biasa. Pemandangan alamnya menarik dan alami. Itu sebabnya kenapa penyair-penyair zaman dulu banyak yang berasal dari Minang,'' kata Dude, yang keluarga besarnya berasal dari Tanah Datar, Batusangkar, sekitar 100 km dari Padang.

Dude Harlino bangga kekayaan budaya dan kuliner Minang telah diketahui bahkan diakui dunia. Kain songket asal Silungkang misalnya, tahun lalu ditampilkan di New York Couture Fashion Week 2015.

''Songket bisa dibawa ke mata dunia agar bisa setara dengan batik. Rendang sudah dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia (versi pembaca laman CNN pada 2011—red.),'' kata pelakon Faisal dalam sinetron Catatan Harian Seorang Istri 2 (CHSI2) ini.

Ads
Kecintaan dan kebanggaan Dude terhadap daerah asal leluhurnya ditunjukkan dengan mengusung adat Minang saat resepsi pernikahannya dua tahun lalu. Usai menikahi Alyssa Soebandono, Dude mendapat gelar Paduko Alam dari pemangku adat Minang.

''Dalam prosesi pernikahan, saya saat itu menggunakan kain songket yang menjadi ciri keluarga," kata Dude.

Berikut 5 oleh-oleh khas Minang rekomendasi Dude Harlino yang wajib Anda bawa sebagai buah tangan sepulang melancong dari Sumatera Barat dan sekitarnya.

1. Kain songket

Terkenal dengan keindahannya—terlebih songket asli menggunakan benang emas atau benang perak—kain songket memiliki berbagai motif yang menjadi ciri khas budaya setempat. Harganya bervariasi, tergantung kualitas kain dan tingkat kesulitan pembuatannya.

''Ada songket turun-temurun, ada songket dengan simbol-simbol kerajaan zaman dulu. Harga songket lumayan mahal, bisa berjuta-juta. Salah satu songket termahal adalah songket Silungkang dan bisa didapatkan di daerah Sawahlunto. Orang bule pasti suka,'' ungkap Dude.

2. Keripik balado

Pedas, renyah, dan gurih, ciri khas keripik balado. Terbuat dari ubi kayu atau singkong yang diiris panjang tipis-tipis, lalu digoreng dan diolesi saus pedas. Salah satu keripik balado favorit Dude adalah yang dijual di Toko Christine Hakim di Jalan Nipah, Padang. ''Christine Hakim paling terkenal. Saya enggak tahu adakah ada hubungannya dengan Tante Christine Hakim (pemain film), he he he,'' seloroh Dude.

3. Kipang kacang

Camilan ini agak keras saat digigit, tapi saat dikunyah renyah, gurih, dan manis. Untuk pencinta camilan manis, kipang kacang cocok untuk menemani sore dengan secangkir kopi atau teh. ''Kipang terbuat dari kacang tanah yang disangrai dan gula merah. Bentuknya persegi panjang. Saat dimakan kayak rasa kacang campur tepung. Manisnya karena ada gula merah,'' sebut Dude.

4. Ikan bilis

Berkunjung ke Danau Singkarak, kurang lengkap kalau belum menikmati ikan bilis. ''Ukurannya lebih besar daripada ikan teri tapi dagingnya manis,'' beri tahu Dude. Ikan bilis juga dapat dikeringkan dan diasinkan untuk dijadikan oleh-oleh. Beberapa toko oleh-oleh menyediakan bilis goreng, bilis kering, bilis crispy, dan olahan lainnya. Ikan bilis matang bertahan hingga satu minggu, bahkan sebulan jika disimpan di lemari pendingin.

5. Kacang tojin khas kampung

Ini camilan wajib ada di setiap Lebaran, Natal, dan Imlek. Rasanya gurih dan renyah, kacang tojin mirip dengan kacang bawang. Bedanya, ada sedikit irisan daun seledri yang digoreng sehingga harum bawang dan seledri bercampur jadi satu. ''Enak rasanya, karena ada bumbu lain di kacang itu,'' ucap Dude. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : tabloidbintang.com
Kategori : SerbaSerbi
www www