2 Anggota TNI AU Berpangkat Letkol dan Serma Diduga Berbuat Asusila di Rumah Polisi, Tisu dan Sprei Jadi Barang Bukti

Minggu, 24 April 2016 02:48 WIB
JAKARTA- Dugaan tindakan asusila dua personel TNI AU berujung pada keributan. Suami dari si wanita memergoki kedua orang tersebut di rumahnya sendiri.

Berdasarkan informasi dari sumber detikcom, peristiwa terjadi di komplek TNI AU di Jakarta Timur pada pukul 00.30 WIB, Sabtu (23/4). Dua prajurit yang diduga melakukan tindak asusila adalah Letkol Y dan Serma G.

Keributan terjadi di rumah Serma G saat sang suami yang merupakan anggota kepolisian, Bripka A, mendapatinya sedang berduaan dengan Letkol Y saat pulang ke rumah. Tetangga yang mengetahui adanya keributan melapor kepada Ketua RW 15 yang akhirnya mendatangi rumah Serma G.

Saat Ketua RW bersama seorang prajurit TNI AU lainnya tiba di lokasi, didapati Letkol Y sedang terbaring di sofa tamu dengan posisinya ditindih oleh Bripka A yang sedang memegang senpi. Ketua RT lalu melerai keduanya dan menghubungi Ketua RW 03 dan petugas Pom Halim.

Ads
Akhirnya Letkol Y, Serma G, dan Bripka A kemudian dibawa ke kantor Satpom TNI AU untuk dimintai keterangan. Selain itu, turut pula dibawa barang bukti berupa kotak sampah yang berisi banyak tisu dan sprei.

Kadispen TNI AU Marsma Wieko Syofyan membenarkan peristiwa itu. TNI AU disebutnya tengah menangani kasus dugaan perselingkuhan yang berujung pada pertikaian ini.

"Saya juga sudah membaca berita ini, pihak TNI AU sedang terus menyelidiki kasus tersebut," ungkap Wieko saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (23/4/2016) malam.

Letkol Y sendiri kabarnya mengalami luka yang cukup serius sehingga dibawa ke rumah sakit. Sementara itu Serma G dan suaminya, Bripka A masih berada di Satpom Halim untuk dimintai keterangan. Kasus tersebut ditangani oleh Satpom Halim.

"TNI AU tetap beracuan terhadap hukum yang berlaku," jelas Wieko.

Bripka A berdasarkan informasi yang didapat merupakan personel Polres Jakarta Barat. Namun Kasubag Polres Jakbar Herru Julianto menyatakan belum mengetahui adanya peristiwa itu.

"Saya belum mendengar. Tapi kalau terjadi di Kompleks Halim biasanya ditangani oleh POM," ujar Herru saat dihubungi terpisah, Sabtu (23/3) malam.***
Editor:sanbas
Sumber:detik.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww