Usia Boleh Bertambah Tua Tapi Keremajaan Wajah Harus Tetap Terjaga

Usia Boleh Bertambah Tua Tapi Keremajaan Wajah Harus Tetap Terjaga
Ilustrasi
Sabtu, 25 Maret 2017 15:36 WIB
Seiring berjalannya waktu, usia kita juga akan semakin bertambah dan menjadi tua.Itu adalah hukum alam yang semua orang takkan dapat merubahnya. Namun, menjadi tua merupakan "momok" yang menakutkan bagi kebanyakan orang di dunia. Terang saja, siapa sih yang ingin mempunyai tubuh lemah, kulit berkeriput, ingatan yang mulai pikun, dan kesehatan memburuk?

Tetapi, walaupun usia kita pasti akan bertambah, tidak mutlak juga kita harus terlihat tua. Kita dapat terlihat lebih muda meskipun dalam usia yang tergolong tua. Ini adalah beberapa tips awet muda yang bisa kamu lakukan agar hidup dan pikiranmu sehat.

loading...
1. Berpikir Positif

Ads
Pikiran yang positif adalah kunci utama untuk tetap awet muda. Faktanya, sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Kentucky menemukan bahwa kondisi emosi positif seseorang pada usia dini akan membantu menghilangkan rasa cemas dan dapat memperpanjang usia. Mulailah untuk mengurangi emosi negatif dan perbanyak berpikir positif. Karena pikiran yang positif dapat membuat otak kita tidak tertekan sehingga kita akan menjadi lebih tenang.

2. Mengelola stres

Sebagian besar stress disebabkan dari kebiasaan diri sendiri, yang sering disebut dengan pola pikir reflektif. Bentuknya seperti mengkhawatirkan tentang masa depan dan menyesali masa lalu. Sebenarnya, pola pikir ini sangatlah tidak berguna. Apabila pola pikir ini mendominasi dan menguasai emosi kita, maka kita akan mengalami kondisi stress.

Sam Harris, dalam bukunya yang berjudul "Waking Up", menulis bahwa hal yang dapat kita lakukan untuk mengelola stress adalah dengan membebaskan diri kita dari pola pikir yang merusak dan berlatih untuk berpikir secara sederhana. Salah satunya caranya adalah menggunakan teknik meditasi mindfulness. Dalam teknik ini, kita akan berlatih untuk membedakan pikiran dan kekhawatiran. Perbedaannya memang sangat tipis, namun efeknya sangat kuat. Disini kita akan sadar tentang hal-hal yang kita pikirkan, yang sebenarnya bukanlah sebuah realita, melainkan pikiran yang kita buat sendiri.

3. Olahraga teratur

Kondisi kesehatan yang buruk merupakan salah satu penyebab terjadinya penuaan. James M. Rippe, M.D seorang cardiolog dan pendiri Rippe Lifestyle Institute memaparkan bahwa lansia yang memiliki kesehatan jantung yang baik jauh lebih sehat dibandingkan dengan seseorang yang berusia muda namun tidak aktif secara fisik.  Cobalah untuk berolahraga secara teratur agar kamu menjadi lebih sehat dan terhindar dari penyakit.

4. Tidak merokok

Sudah banyak penelitian yang mengatakan bahwa merokok dapat menyebabkan penuaan dini. Merokok dapat membuat kulit menjadi keriput dan membuat kita terlihat lebih tua. Dr. Rippe, yang telah disebutkan sebelumnya juga menyatakan bahwa, jika seseorang menginjak usia  50 dan menjadi perokok, maka otomatis ia memotong 7 tahun usianya. Oleh karena itu, hindarilah kebiasaan merokok mulai sekarang agar masa mudamu berlangsung lebih lama.

5. Meditasi dan Yoga

Deepak Chopra, M.D mengatakan dalam salah satu bukunya, orang yang melakukan meditasi dapat memiliki usia biologis 5 hingga 12 tahun lebih muda dibandingkan dengan usia kronologis mereka. Sehingga meditasi dapat dilakukan untuk membuat seseorang menjadi awet muda. Selain itu, melakukan latihan yoga juga akan menghambat penuaan. 

Pernapasan yoga telah terbukti mengoksidasi sel, membuang racun, mencegah penyakit, dan membuat kulit bercahaya. Tidak seperti latihan lainnya, pose yoga dirancang untuk bekerja pada tubuh bagian dalam maupun bagian luar, yang dapat membantu meremajakan sistem pencernaan, sistem reproduksi, bahkan sistem kekebalan tubuh. Jadi lakukanlah meditasi atau yoga setidaknya 2 kali seminggu untuk memberikanmu energi, mengurangi stress, dan membuatmu tetap muda.

6. Makan secukupnya

Para ilmuwan di St. Louis University menemukan bahwa olahraga dan makan lebih sedikit dapat menurunkan berat badan. Namun dalam penelitian juga dikatakan bahwa mengurangi kalori juga akan menurunkan produksi T3, hormon tiroid yang dapat memperlambat metabolisme. Para peneliti percaya bahwa kadar T3 rendah juga dapat memperlambat proses penuaan. Jadi mulai bentuk kebiasaan makan sebelum lapar dan berhentilah makan sebelum kenyang.

7. Makan makanan yang mengandung antioksidan

Antioksidan adalah makanan anti penuaan. Hal ini dipaparkan dalam buku yang berjudul Staying Young:The Owner's Manual for Extending Your Warranty. Antioksidan memang terbukti dapat mengikat dan menetralkan radikal bebas, menurunkan konsentrasi peroksida,serta memperbaiki kerusakan membran akibat oksidasi. Selain itu, ada juga yang bekerja sebagai regulator sel dan dapat mempengaruhi metabolisme serta produksi kolagen secara langsung, sehingga dapat menghambat proses penuaan. 

Cobalah untuk membiasakan makan makanan yang banyak mengandung antioksidan seperti kacang-kacangan, buah, sayuran, teh, anggur merah, dan coklat agar kamu tidak mengalami gelaja penuaan dini yaitu  muka boros.

8. Buat tidurmu berkualitas

Tidurlah selama 7 sampai 8 jam untuk memberi waktu tubuh memperbaiki sel dan beristirahat setelah seharian beraktivitas. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Medis Chicago menyimpulkan bahwa kekurangan tidur bukan hanya menyebabkanmu memiliki awal yang kurang prima setiap harinya, namun kamu juga akan menjadi rawan terhadap beberapa penyakit seperti diabetes, hipertensi, obesitas dan hilang ingatan. 

Jaga kualitas tidur dan jangan biarkan otak terlelap dalam keadaan stres, dan juga matikan semua lampu dan sumber cahaya. Karena istirahat dalam keadaan gelap membuat tubuh menghasilkan hormon melatonin yang baik bagi pertahanan tubuh dan menjaga sel tubuh dari kerusakan atau cobalah tidur tanpa busana karena ada banyak manfaat yang bisa kamu dapat ketika tidur telanjang.

9. Buat dirimu dicintai dan disayangi oleh banyak orang

Sentuhan cinta dan kasih sayang dapat melepaskan hormon, termasuk oxytocin, yang akan mengurangi stres dan kecemasan. Hal ini dikatakan oleh Mehmet Oz, MD, seorang profesor bedah dan wakil ketua jasa kardiovaskular di New York-Presbyterian / Columbia University. Selain itu, sebuah penelitian oleh Dr. Marian C. Diamond, salah satu ahli anatomi syaraf terkemuka di dunia, melakukan eksperimen menggunakan tikus berusia 600 hari, atau kurang lebih sama dengan 60 tahun usia manusia. Pada eksperimen tersebut, ia menempatkan tikus-tikus tersebut di kondisi yang berbeda, yaitu di kandang dan satu lagi dipelihara oleh peneliti. Tujuannya tak lain ialah untuk mengetahui apakah kasih sayang dapat mempengaruhi usia hidup. Hasilnya, tikus yang dipelihara dapat hidup jauh lebih lama dibandingkan dengan tikus yang hidup di kandang.








Editor:Yovi Ansari
Sumber:Berbagai Sumber
Kategori:Ragam
wwwwww